STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 091 (Who is the thief 3)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

91. Siapa pencurinya 3


Ringu dan Battu memperhatikan dengan penuh ketertarikan ketika orang asing berkulit putih itu merentangkan sebuah kabel dari sebuah kotak ke mobil jeep mereka.

Kemudian sebuah layar putih disiapkan. Semua itu menjadi pemandangan yang baru pertama kali dilihat bagi orang-orang dari sebuah desa kecil di India itu. Mereka belum pernah melihat sebuah film.

Sahib Grubb: "Allah mengasihi kalian. Ia mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia. Ia menjadi manusia sama seperti kita, tetapi tidak berdosa. Allah membenci dosa dan menghukumnya dengan maut. Tetapi Yesus menanggungkan hukuman ini secara cuma-cuma ke atas diri-Nya dan mati di kayu salib menggantikan kita. Allah kemudian membangkitkan Dia dari antara orang mati. Percayalah kepada Yesus. Kemudian kalian akan diselamatkan dan masuk ke dalam surga."

Kemudian, pemutaran filmpun selesai. Pandu memainkan sebuah lagu menggunakan organ kecil miliknya, dan semua orang yang mau berbicara dengan Sahib Grubb tetap tinggal di tempat itu.

Ringu: "Pak Sahib, berapa lama Bapak akan berada di desa ini? Saya ingin mendengar lebih banyak lagi tentang Allah."

Sahib Grubb: "Besok kami akan pergi ke desa sebelah. Tetapi nanti pasti kita akan bertemu lagi."

Ringu dan Battu harus pulang. Tetapi organ kecil yang berada di dekat mobil jip itu ... apakah ada orang yang melihat apa yang mereka lakukan? Dengan secepat kilat, mereka mengambil kotak berisi organ itu dan kemudian berlari membawanya menembus kegelapan.

Mereka menjadi sangat gelisah. Bukan hanya karena mereka merasa bersalah, tetapi juga karena mereka bertugas untuk menjaga ladang dari serangan binatang buas.

Malam itu, bulan purnama bersinar dengan sangat terang

Ringu: "Battu, ada yang bergerak-gerak di sana. Seekor harimau. Itu pasti seekor harimau. Aku melihat cahaya matanya bersinar."

Battu: "Apa kamu bermimpi?"

Ringu: "Tidak! Bukan mimpi. Aku sungguh-sungguh melihatnya."

Keesokan paginya orang-orang di desa itu membicarakan mengenai berita yang sangat mengerikan.

Laki-laki: "Ada harimau. Harimau pemakan manusia."

Perempuan: "Apa? Kapan? Dimana?"

Laki-laki: "Di desa sebelah ada orang yang diserang oleh harimau."

Ringu: "Kami juga melihat harimaunya."

Suasana menjadi sangat gaduh! Tiba-tiba seorang pemburu memberikan usul yang sangat baik.

Pemburu: "Menurutku lebih baik kita membunuh seekor sapi dan kemudian nanti malam kita letakkan di dekat kolam air. Kita bersembunyi di atas pohon besar sambil menyiapkan senjata. Harimau itu pasti akan terpancing oleh bau darah sapi itu. Dan kalau harimau itu datang untuk memakan daging sapi itu, kita akan menembaknya."

Laki-laki: "Ringu, maukah kamu ikut? Kami membutuhkanmu."

Ringu merasa sangat bangga karena ia dipilih untuk ikut berburu bersama mereka. Tetapi ia juga merasa takut. Berburu harimau itu sangat berbahaya. Mengerikan sekali kalau seandainya ...

Kamu bisa mengikuti kisah perburuan harimau yang seru itu di dalam kisah berikutnya.


Tokoh: Narator, Sahib Grubb, Ringu, Battu, pemburu, laki-laki, perempuan

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 11:15 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)