STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 092 (A man-eating tiger 4)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

92. Seorang laki-laki memakan singa 4


Sahib Grubb: "Ringu, ada apa? Mengapa kamu nampak sangat gelisah?"

Ringu: "Sahib, kami mau berburu harimau. Ada harimau pemakan manusia yang berkeliaran di dekat desa kami."

Sahib Grubb: "Dan kamu ikut dalam perburuan itu?"

Ringu: "Ya! Tetapi apa yang terjadi kalau harimau itu atau roh-roh itu menyerang aku?"

Sahib Grubb: "Ada satu Pribadi yang mau melindungi kamu. Dia itu kuat dan bisa melakukan segala sesuatu. Dia juga jauh lebih kuat dibandingkan dengan roh-roh manapun. Dia adalah Yesus. Di dalam Alkitab dikatakan bahwa Dia datang untuk membebaskan kita dari segala kuasa roh-roh."

Ringu: "Apakah Yesus benar-benar lebih kuat dari semua yang lain?"

Sahib Grubb: "Ya, jauh lebih kuat."

Ringu: "Aku mau percaya kepada-Nya, seperti Bapak."

Sangat jelas bagi Ringu bahwa dia membutuhkan Yesus. Dia berdoa dan mengundang Yesus masuk ke dalam kehidupannya. Ia berbicara kepada Tuhan yang tidak kelihatan tetapi ia merasa sangat yakin bahwa Yesus mendengarkan doanya.

Sahib Grubb: "Ringu, kamu bisa selalu berbicara dengan Yesus dan meminta agar Dia menolongmu, bahkan pada saat perburuan harimau itu."

Beberapa jam kemudian, saatnya mereka berangkat. Para kaum laki-laki membawa senjata mereka dan Ringu membawa senter. Dengan hati-hati mereka memanjat sebuah pohon besar yang ada di dekat kolam air tempat binatang-binatang biasanya datang untuk minum. Mereka sangat tegang ketika mengawasi daerah itu. Ringu berdoa di dalam hatinya.

Ringu: "Tuhan Yesus, tolonglah kami untuk membunuh harimau itu tanpa ada seorangpun di antara kami yang terluka. Apakah Engkau melihat itu? Ada sesuatu yang bergerak-gerak di sana."

Ringu memegang tangan ayahnya dengan erat. Dia hampir tidak bisa bernafas. Harimau itu langsung mendatangi bangkai sapi yang disiapkan oleh orang-orang desa itu sebagai jebakan, dan kemudian memakannya dengan ganas. Harimau itu memandang ke atas dan kemudian semuanya terjadi dengan sangat cepat. (suara tembakan)

Ayah: "Bahaya! Tembakanku meleset!"

Laki-laki: "Hati-hati! Doa datang! Dia mau melompat ke atas pohon ini!"

Ayah: "Ringu, sorotkan sentermu ke arah matanya. Buat dia merasa silau dan tidak bisa melihat!"

Ringu: "Tolong, senter ini sudah sangat redup. Tuhan Yesus, apa yang harus aku lakukan?"

Dengan sepenuh kekuatannya Ringu melemparkan senter itu jauh-jauh. Harimau itu langsung mengejar senter yang menyala itu. Sebuah suara tembakan terdengar lagi.

Harimau itu melompat sekali lagi dan kemudian berguling-guling di atas rerumputan dalam keadaan terluka. Ayah Ringu mengisi kembali senapannya, menarik pelatuknya (suara tembakan), dan binatang yang sangat berbahaya itu tergeletak dalam keadaan mati di tanah.

Semua orang bernafas lega, dan Ringu berdoa di dalam hatinya.

Ringu: "Ya Tuhan, aku sangat berterima kasih. Engkau sudah menolong kami!''

Allah tidak pernah meninggalkan siapapun. Bagaimana pengalamanmu sendiri dengan Dia?

Tuliskan ceritamu tentang bagaimana Allah menjawab doamu dan kirimkan kepadaku.


Tokoh: Narator, Ringu, Sahib Grubb, ayah, laki-laki

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on March 05, 2018, at 12:00 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)