STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 121 (Tracks in the snow 5)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

121. Jejak di salju 5


Annette membaca sebuah buku. Tetapi ia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi.

Annette: “Nenek, aku mau tidur. Selamat malam.”

Tetapi Annette tidak masuk ke dalam kamarnya; ia justru keluar dari rumahnya dan berjalan melalui salju yang tebal. Ia sudah cukup jauh dari rumah ketika ia terpeleset dan kakinya keseleo sehingga ia tidak bisa lagi berjalan.

Annette (menangis): “Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku akan mati kedinginan sebelum ada orang yang menemukan aku di sini.”

Annette duduk di atas salju dan menangis. Bintang-bintang bersinar di langit yang gelap. Annette memandang ke atas. Apakah Allah akan menolongnya, meskipun ia sudah bersikap sangat jahat kepada Lukas?

Kemudian Annette mendengar suara kereta seluncur salju yang lewat di situ.

Annette: “Tolong! Tolong! Lukas, apakah itu kamu? Tolonglah aku. Kakiku keseleo.”

Lukas: “Aku akan mengambil kereta luncur salju satu lagi. Ini, pakai jaketku untuk menghangatkanmu sampai aku kembali ke sin lagi.”

Ketika sendirian lagi, Annette berdoa dengan sepenuh hatinya.

Annette: “Tuhan Yesus, aku berdosa dan membutuhkan Engkau. Ampunilah dosa-dosaku. Aku juga ingin menjadi anak–Mu–bukan hanya karena aku sedang mengalami masalah saat ini saja. Amin.”

Lukas kembali dengan membawa kereta luncur salju dan sebuah selimut.

Annette: “Lukas, aku perlu mengatakan sesuatu kepadamu. Akulah yang mematahkan ukiran kuda yang kamu buat. Yesus sudah mengampuni aku. Maafkanlah aku juga. Aku tidak membenci kamu lagi.”

Lukas: “Aku sudah mengira kalau kamu yang melakukannya. Terima kasih karena sudah mengakuinya. Aku memaafkan kamu.”

Annette sampai di rumah dengan selamat, dan Lukas berdoa di dalam rumahnya.

Lukas: “Tuhan Yesus, berikan kepadaku ide tentang bagaimana cara aku membuktikan kepada Annette bahwa aku sungguh-sungguh menyesal tentang kecelakaan yang menimpa Danny.”

Kemudian ia mengingat tentang dokter ahli yang sedang ada di kota di dekat rumah mereka. Bisakah dokter itu menolong agar kaki Danny bisa pulih lagi? Di tengah malam, di tengah badai salju, Lukas memberanikan diri untuk berjalan ke kota itu. Dengan kelelahan, ia sampai dengan selamat di sana, meskipun apa yang dilakukannya sebenarnya sangat berbahaya. Tetapi apa yang dilakukannya sungguh-sungguh berarti. Dokter itu ternyata mau menolong. Danny harus cukup lama menginap di rumah sakit, dan ketika ia pulang ada sukacita besar yang terjadi. Ia bisa berjalan normal lagi. Lukas diundang untuk datang menemuinya. Danny sangat bergembira sampai matanya bersinar-sinar ketika ia melihat Danny bisa berjalan tanpa bantuan tongkatnya.

Dokter: “Danny, kamu harus berterima kasih kepada Lukas. Ia sudah menempuh bahaya besar untuk mencari aku.”

Lukas: “Aku tidak melakukannya sendiri. Yesus yang memberikan ide itu kepadaku, dan Ia yang menolong aku melakukannya.”

Dan sebenarnya ada seorang sahabat tua yang tinggal di sebuah pondok di atas bukit yang membayar semua biaya operasinya. Tetapi Lukas menyimpan hal itu sebagai rahasia pribadinya.


Tokoh: Narator, Annette, Lukas, dokter

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on March 05, 2018, at 12:22 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)