STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 120 (The newcomer 4)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

120. Pendatang baru 4


Lukas sangat terkejut. Ukiran terbaiknya hancur di tanah. Sekarang ia tidak mungkin lagi memenangkan hadiah. Lukas, yang selalu dianggap anak nakal, ingin membuktikan bahwa ia juga bisa melakukan sesuatu yang baik. Tetapi sekarang karya seninya sudah rusak sama sekali.

Lukas curiga bahwa Annette yang melakukannya. Tetapi ia tidak bisa membuktikannya.

Sejak ukiran kuda kecilnya hancur, Lukas lebih sering naik ke atas sebuah bukit di pegunungan Swiss di dekat rumahnya. Ia sering naik ke sana dan kemudian duduk di sebuah batang kayu sambil melakukan apa yang disukainya, yaitu membuat ukiran.

Laki-laki: “Ukiranmu bagus sekali. Kamu pandai mengukir, Nak.”

Dengan terkejut, Lukas memandang ke sekelilingnya. Ini pasti Bapak tua yang hidup sendiri di pondok di atas bukit itu. Di kota, banyak orang berbicara tentang dia. Tetapi pandangan mata yang bersahabat dari pria itu membuat Lukas merasa bisa percaya kepadanya.

Laki-laki: “Ikut aku, dan aku akan tunjukkan hasil ukiran-ukiranku.” (suara pintu dibuka)

Lukas: “Luar biasa! Bapak yang membuat semua ukiran ini?”

Laki-laki: “Suatu hari nanti kamu juga pasti bisa membuat ukiran sebagus ini. Mungkin untuk seorang teman.”

Lukas: “Aku tidak punya teman.”

Laki-laki: “Aneh sekali. Apakah kamu mau menceritakan apa masalahmu?”

Lukas: “Danny menjadi pincang. Semua orang berpikir aku yang mendorongnya ke dalam jurang. Semua orang membenci aku. Annette yang paling benci kepadaku. Dan aku juga benci kepadanya.”

Laki-laki: “Kita semua melakukan kesalahan di dalam kehidupan kita. Aku pernah memiliki hutang yang sangat banyak karena minuman keras dan berjudi. Aku tertangkap ketika sedang merampok bank. Aku sudah putus asa pada saat itu.”

Lukas: “Dan kesepian?”

Laki-laki: “Aku masih merasa sepi. Tetapi ketika aku keluar dari penjara, aku memulai kehidupan yang baru di dalam Yesus.”

Lukas: “Apakah Bapak punya saudara?”

Laki-laki: “Istriku sudah meninggal dunia. Dan dua orang anak laki-lakiku berpikir bahwa aku sudah meninggal dunia. Satu orang menjadi pengusaha dan seorang lagi adalah seorang dokter yang terkenal. Ia biasa menolong banyak orang yang tadinya tidak bisa berjalan untuk bisa berjalan lagi. Sekarang ini ia sedang berada di kota di dekat sini.”

Pikiran Lukas berkecamuk di dalam kepalanya. Bisakah kamu membayangkan apa yang ada di dalam benaknya? Bapak tua itu menaruh tangannya ke atas bahu Lukas.

Laki-laki: “Lukas, kamu sudah mau membagikan masalahmu kepadaku. Maukah kamu juga bercerita kepada Yesus tentang rasa bencimu dan kemudian meminta agar Dia membereskan masalahmu?”

Lukas tidak merasa malu ketika menyadari air mata mengalir di pipinya. Ia meminta pengampunan kepada Tuhan Yesus. Hatinya dibersihkan dari semua kotoran dosa.

Sederhana sekali. Bukan hanya untuk Lukas, tetapi kamu juga bisa melakukannya.

Dan bagaimana dengan Annette? Kamu akan mendengar lebih banyak tentang Annette di dalam kisah selanjutnya.


Tokoh: Narator, Lukas, Laki-laki

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 01:23 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)