STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 075 (Special binoculars)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

75. Teropong khusus


Tahukah kami, orang seperti apakah seorang nabi itu?

Sarah: "Allah menyampaikan rencana-Nya kepada orang itu."

Asmus: "Ia bisa meramalkan kejadian yang akan datang."

Orang bisa juga mengatakan bahwa seorang nabi adalah seseorang yang menerima teropong istimewa dari Allah. Teropong yang bisa dipakainya untuk melihat masa depan dan melihat apa yang tidak bisa dilihat orang-orang lain.

Zakharia juga melihat masa depandan menuliskan apa yang ditunjukkan Allah kepadanya. Dengarkan ayat Alkitab ini:

Anak perempuan: "Bersukacitalah, Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai."

Yang dinubuatkan Allah itu benar-benar terjadi. Yang dilihat oleh Zakharia itu dihenapi dengan tepat 500 tahun kemudian.

Yesus sedang dalam perjalanan menuju ke Yerusalem. Ia singgah di sebuah kota kecil. Ia lalu mengutus dua orang murid untuk berjalan lebih dahulu.

Yesus: "Pergilah ke kota selanjutnya. Di sana kalian akan menemukan seekor keledai. Bawalah keledai itu kepada-Ku."

Murid: "Bisakah kami langsung mengambilnya begitu saja?"

Yesus: "Kalau ada orang menanyakan mengapa kamu mengambil keledai itu, katakan kepadanya bahwa Tuhan memerlukannya."

Murid: "Baiklah kalau demikian." (suara langkah di atas tanah berbatu-batu)

Dua orang itu kemudian masuk ke dalam kota dan terjadilan seperti yang dikatakan oleh Yesus. Mereka menemukan seekor keledai terikat di sana dan kemudian melepaskan ikatannya.

Pemilik keledai: "Hei, apa yang kalian lakukan? Keledai itu milik."

Murid: "Tuhan memerlukannya dan mengutus kami untuk mengambilnya."

Pemilik keledai: "Tuhan memerlukannya? Kalau demikian, baiklah. Tidak apa-apa. Bawa saja keledai itu." (suara langkah di atas tanah berbatu-batu)

Kedua murid mebawa keledai itu kepada Yesus, menempatkan pelana di punggung keledai itu dan Yesus kemudian naik ke atasnya. Orang-orang banyak menghamparkan pakaiannya di jalanan dan melambaikan daun-daun palem sebagai sambutan mereka. Dengan sangat bersukacita mereka merayakan kedatangan Yesus.

Orang Banyak: "Bersukacitalah, Yerusalem, Rajamu datang kepadamu."

Orang Banyak: "Hosanna! Tinggikan Raja yang datang dari Allah."

Orang Banyak: "Hosanna! Tolonglah kami! Engkaulah Raja kami."

Mereka menginginkan Raja yang akan memberikan roti kepada mereka, membebaskan mereka dari penindasan bangsa Romawi. Tetapi Yesus tidak datang karena alasan itu.

Dengan kecewa, seminggu kemudian mereka berteriak,

Orang Banyak: "Kami tidak menginginkan Dia. Bawa dia pergi. Salibkan Dia."

Mereka tidak tahu bahwa Yesus ingin memberikan kepada mereka lebih dari sekedar roti. Dia, sang Raja, ingin memerintah atas kehidupan mereka.

Aku sangat senang bahwa Dia juga ingin memerintah di dalam kehidupan kita.


Tokoh: Narator, anak laki-laki, anak perempuan, Yesus, murid, pemilik keledai, Orang Banyak

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 10:15 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)