STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 076 (Three lies in one night)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- Tiga kebohongan dalam satu malam
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

76. Tiga kebohongan dalam satu malam


Petrus: "Tida, tidak benar itu! Aku tidak akan pernah melakukan hal yang demikian."

Kadangkala Petrus muncul sebagai orang yang suka pamer, tetapi aku percaya bahwa ia bersungguh-sungguh dengan apa yang dikatakannya.

Petrus: "Hal yang demikian tidak akan pernah aku lakukan."

Pernahkah kalian membayangkannya? Petrus begitu yakin, ketika ia berjalan bersama-sama dengan para murid lainnya dan dengan Yesus di malam hari itu. Hari sangat gelap dan keadaan terasa mencekam ketika Yesus tiba-tiba berhenti dan berkata kepada mereka.

Yesus: "Malam ini kamu akan meninggalkan Aku dan tercerai-berai."

Petrus: "Tidak. Tidak mungkin. Bahkan kalaupun semua yang lain meninggalkan Engkau, aku tidak akan pernah melakukannya.”

Yesus mengenal hati kita.

Yesus: "Petrus, aku mengenal-Mu. Sebelum ayam berkokok tiga kali, engkau akan menyangkal sampai tiga kali bahwa Engkau mengenal Aku."

Petrus: "Tuhan Yesus, aku tidak akan pernah melakukan hal yang demikian. Aku lebih baik mati daripada menyangkalimu."

Para murid yang lain mengatakan hal yang sama. Tetapi Yesus lebih mengenal hati mereka.

Segera setelah itu, ketika Yesus sedang dalam keadaan terikat dan dibawa oleh para musuh-Nya, semua murid-murid-Nya meninggalkan Dia. Petrus juga ketakutan. Tetapi di kejauhan, ia mengikuti Yesus, karena Ia ingin melihat apa yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

Petrus: "Kemana mereka akan membawa Yesus? Ke istana Imam Besar? Bagaimana dengan aku? Lebih baik aku sembunyi agar tidak menarik perhatian dan kemudian ditangkap juga."

Petrus duduk bersama dengan para musuh Tuhannya. Ia menghangatkan tubuh bersama-sama dengan mereka di perapian yang ada di halaman pengadilan. Apakah itu tempat yang tepat? Sahabat Yesus di tengah-tengah orang-orang yang membenci Yesus?

Hamba perempuan pertama: "Hei, kamu. Wajahmu kelihatan sangat aku kenal. Bukankah kamu yang bersama-sama dengan Yesus?"

Petrus: "Aku? Kamu tahu darimana? Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan."

Hamba perempuan kedua: "Lihat, dia ini salah satu dari orang yang bersama-sama dengan Yesus."

Petrus: "Tidak benar. Aku sama sekali tidak mengenal Dia."

Pelayan: "Siapa saja bisa mengatakan demikian. Tetapi kamu pasti yang bersama-sama dengan Yesus. Logat bicaramu jelas menunjukkan hal itu."

Petrus: "Aku tidak mau mendengar lagi tuduhan itu. Aku bersumpah, aku tidak mengenal Yesus.” (suara ayam berkokok)

Dengan sangat terkejut, Petrus memandang ke sekelilingnya. Pada saat itu, Yesus sedang digiring oleh musuh-musuh-Nya. Ketika Yesus lewat, Ia memandang ke arah Petrus dengan sedih. Pandangan itu menembus hati etrus. Dan Petrus mengingat apa yang dikatakan oleh Yesus beberapa jam sebelumnya.

Petrus membuat Yesus kecewa. Dan Petrus sendiri juga sangat kecewa. Ia pergi dari sana dan menangis tersedu-sedu. Tetapi, apakah Petrus tahu bahwa Yesus masih tetap mengasihinya?


Tokoh: Narator, Yesus, Petrus, dua orang hamba perempuan, pelayan

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 10:17 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)