STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 086 (Prayer prohibited 4)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

86. Dilarang berdoa 4


Para pejabat kerajaan ingin menyingkirkan Daniel.

Pejabat pertama: "Sudahkah kamu mendengar gosip yang terbaru?"

Pejabat kedua: "Tentu saja! Daniel diangkat menjadi orang yang paling berkuasa nomor dua di dalam Kerajaan. Kita harus menemukan alasan untuk menjatuhkannya."

Pejabat pertama: "Tidak akan mudah menemukan alasan untuk menjatuhkannya."

Pejabat kedua: "Bagaimana dengan kehidupan keagamaannya? Dia berdoa tiga kali sehari kepada Allahnya. Kita bisa saja membuat hukum melarang hal itu, lalu mengajukannya kepada raja dan kemudian ..."

Untuk apa? Daniel sama sekali tidak pernah melakukan kejahatan apapun terhadap mereka. Allah menempatkan dia menjadi salah satu pejabat tertinggi di kerajaan itu. Dan inilah yang menjadi alasan para pejabat itu menjadi marah kepadanya; mereka iri hati terhadap jabatan Daniel.

Pejabat pertama: "Sekarang, mari kita menghadap Raja. Dia yang harus menandatangani hukum yang baru ini."

Pejabat kedua: "Raja Darius, semua wakil raja dan semua pejabat berpikir bahwa Tuanku Raja perlu membuat sebuah aturan yang baru, yaitu: barangsiapa yang membuat permohonan kepada orang lain atau kepada tuhan yang manapun dalam waktu 30 hari ke depan akan dilemparkan ke dalam gua singa. Biarlah kiranya aturan ini diumumkan, dan tidak ada seorangpun yang bisa mengubahnya."

Sang Raja tidak memahami rencana jahat yang ada di dalam pikiran mereka, dan langsung menandatangani hukum yang baru itu. Tetapi di dalam kehidupan Daniel, Allah selalu menempati tempat yang paling utama, karena itu, hukum ini sama sekali tidak mengubah apapun! Ia terus saja berdoa tiga kali sehari dan para musuh-musuhnya melihat dia melakukan hal itu.

Pejabat pertama: "Tuanku Raja Darius, Tuanku baru saja menandatangani hukum yang baru yang melarang siapapun membuat permohonan kepada manusia yang lain atau kepada tuhan yang manapun."

Raja: "Ya, benar sekali."

Pejabat kedua: "Daniel masih berdoa tiga kali sehari kepada Allahnya. Kami semua melihat dia melakukannya. Sebagai akibatnya, dia harus menjadi makanan singa."

Raja: "Daniel?"

Sang Raja sangat mengasihi Daniel dan sebenarnya ingin melindungi dia. Tetapi bagaimanapun hukum harus tetap ditegakkan.

Raja: "Daniel, kiranya Allahmu menolongmu."

Dan kemudian mereka melemparkan Daniel dilemparkan ke dalam gua singa.

Sang Raja tidak bisa tidur sepanjang malam. Keesokan paginya, pagi-pagi sekali dia bergegas menuju ke gua singa itu.

Raja: "Daniel, apakah Allahmu melindungimu?"

Daniel: "Baginda Raja, kiranya Tuanku hidup selamanya. Allahku mengutus seorang malaikat untuk mengatupkan mulut singa-singa ini sehingga mereka tidak mau melukai hamba."

Sang Raja sangat bergembira mendengar kalau Daniel masih hidup dan memerintahkan agar dia dikeluarkan dari gua itu. Daniel sama sekali tidak menderita luka-luka sedikitpun. Sebuah mujizat yang luar biasa dari Allah!

Daniel mendapatkan penghormatan tetapi musuh-musuhnya yang kemudian dilemparkan ke dalam gua singa itu.

Raja: "Di seluruh wilayah kerajaanku, semua rakyat harus menghormati Allah Daniel. Dialah Allah yang hidup yang sanggup menolong dan menyelamatkan."

Iman Daniel membawa hasil yang sangat luar biasa.

Allah yang Hidup juga akan memberikan upah atas iman dan kepercayaanmu kepada-Nya.


Tokoh: Narator, dua pejabat, Raja, Daniel

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 10:49 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)