STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 020 (On the run 5)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

20. Dalam pelarian 5


Suara kaki kuda berderap-derap di jalanan menuju ke istana raja. Hujan juga turun dengan sangat deras. Kereta kuda belum berhenti sepenuhnya ketika Raja Ahab melompat dari keretanya dan berlari masuk ke istananya.

Ahab: “Isabel, Isabel, engkau tidak tahu apa yang baru saja terjadi. Api turun dari langit. Semua orang yang ada di sana melihat bahwa Allahnya Elia adalah Allah yang esa dan benar. Baal sama sekali tidak bisa menolong dan orang-orang yang menyembahnya sudah dihukum mati.”

Ratu Isabel mendengarkan dengan seksama. Apakah cerita dari raja Ahab atau hujan yang turun dengan sangat deras itu membuatnya yakin bahwa TUHAN itu Allah yang benar? Tidak. Ia begitu marah sehingga ia tidak mau percaya!

Isabel: “Aku akan membunuh Elia.”

Ketika Elia mendengar bahwa sang ratu berrencana untuk membunuhnya, ia melarikan diri. Ia lari dengan sangat cepat. Ia lari sampai sejauh hampir 250 kilometer! Tetapi bahkan setelah begitu jauh, ia masih belum merasa aman. Ia terus saja berlari ke selatan, menjauh dari istana. Ketakutannya mendorong Elia melarikan diri sampai ke padang gurun.

Kalau kamu, apa yang kamu lakukan kalau kamu sedang takut?

Allah ada di sana! Elia selalu taat kepada tuntunan Allah kepadanya. Tetapi saat itu, ia membiarkan dirinya dikuasai oleh ketakutannya. Ketika ia sudah sangat kelelahan dan tidak bisa berlari lagi, ia duduk di bawah pepohonan rimbun dan kemudian berdoa,

Elia: “Tuhan, aku sudah tidak tahan lagi. Biarkan aku mati.”

Allah ada di sana. Tetapi Allah tidak menjawab doa Elia itu dengan mengatakan, “Ya.” Allah membiarkan Elia tertidur dan kemudian mengutus malaikat untuk membangunkannya.

Malaikat: “Elia, bangun. Makan makanan ini dan minumlah!”

Elia membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya. Ia melihat satu buli-buli berisi air dan roti di dekatnya. Rasanya enak sekali.

Elia kemudian tertidur lagi dan hal yang sama juga terjadi lagi.

Allah ada di sana. Utusan Allah ini memahami kebenaran tentang kehadiran Allah ini ketika Ia melihat bagaimana Allah memperhatikan dia, bahkan di tengah-tengah padang gurun itu. Sekarang ia bisa mendengar suara Allah lagi. Dan ia kembali ke ibukota kerajaan untuk menjalankan suatu tugas yang baru.

Allah ada di sana! Kamu juga tidak perlu takut. Aku mau membacakan satu ayat dari Alkitab yang sangat menguatkan,

“TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?” (Mazmur 27:1)


Tokoh: Narator, Ahab, Isabel, Elia, malaikat

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 08:21 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)