STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 147 (Nothing is too hard for God 2)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

147. Tidak ada yang mustahil bagi Allah 2


Mustahil! Sama sekali tidak mungkin! Abraham pasti berpikir demikian.

Mengapa? Ia sudah lanjut usia, dan begitu juga Sarah, isterinya. Sudah sangat lama, Allah sudah berjanji akan memberikan anak laki-laki kepadanya. Tetapi untuk bisa melahirkan ketika isterinya berusia 89 tahun, atau untuk menjadi ayah pada usia 99 tahun, pasti sangat tidak mungkin.

Sudahkah Allah lupa akan janji ini?

Abraham duduk di pintu masuk ke kemahnya. Saat itu tengah hari, dan cuaca teramat sangat panas. Tiba-tiba, ia dikejutkan dengan kedatangan beberapa orang tamu. Tiga orang tamu mendatangi kemahnya. Abraham menganggukkan kepala menyambut mereka. Apakah dia menyangka bahwa Allah sendiri menyatakan diri di antara mereka bertiga.

Abraham: “Tuan, jangan berjalan lebih jauh lagi. Singgahlah di sini. Aku akan mengambil air dan membasuh kakimu. Duduklah di dalam kemah untuk berteduh. Aku akan menyiapkan hidangan untukmu.”

Laki-laki: “Lakukan apa yang kau katakan.”

Abraham bergegas dengan semua persiapannya. Sarah membuat roti, hamba-hamba menyembelih seekor anak sapi, dan Abrahan menyiapkan hidangan lezat cara Bedouin yang dimulai dengan hidangan berupa mentega dan susu segar.”

Laki-laki: “Dimana Sarah, istrimu?”

Abraham: “Dia ada di dalam kemah.”

Laki-laki: “Aku akan mengatakan suatu kebenaran. Setahun dari sekarang, Sarah akan memiliki seorang anak laki-laki.”

(suara orang tertawa)

Sarah tertawa. Ia ikut mendengarkan pembicaraan itu. Tidak mungkin, pikirnya. Aku sudah terlalu tua.

Laki-laki: “Mengapa Sarah tertawa dan mengatakan tidak mungkin baginya untuk melahirkan seorang anak? Apakah ada yang terlalu sulit bagi Allah? Dalam satu tahun, Sarah akan melahirkan seorang anak laki-laki.”

Apakah ada yang mustahil bagi Allah? Allah berjanji lebih dari sepuluh kali bahwa ia akan memberikan seorang anak laki-laki. Dan satu kali janji itu diucapkan dalam keadaan yang sangat khusus.

Suara Allah: “Abraham, lihatlah ke langit dan hitunglah bintang-bintang. Begitulah banyaknya keturunan yang akan Aku berikan kepadamu.”

Abraham tidak bisa menghitungkan bintang-bintang, tetapi ia percaya kepada Allah. Langit yang terbentang luas penuh dengan bintang-bintang itu menunjukkan kepada Abraham bahwa Allah jauh lebih besar dari semuanya. Apakah ada yang mustahil bagi Dia? Tidak akan!

Dan bayangkan, ketika Abraham berusia 100 tahun, ia menjadi seorangayah dan Sarah menjadi seorang ibu yang sangat bahagia ketika ia berusia 90 tahun.

(suara bayi tertawa) Mereka memberi nama bayi yang sudah lama mereka nantikan itu Ishak.

Dengan Allah tidak ada yang mustahil. Ia jauh lebih besar dari yang bisa kamu bayangkan. Cobalah menghitung bintang-bintang di langit, dan kamu akan menyadari bahwa Allah itu teramat sangat besar.


Tokoh: Narator, Abraham, laki-laki, suara Allah

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 02:20 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)