STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 146 (Speaking stones 1)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

146. Batu-batu yang berbicara 1


Apakah kamu mengoleksi sesuatu? Perangko atau koin? Lemari milik Jack penuh dengan batu-batu.

Andrea: “Wow! Dari mana kamu dapat batu-batu ini?”

Jack: “Batu yang itu aku temukan ketika kami berwisata ke gunung. Lalu batu itu oleh-oleh dari paman yang pulang dari Jerman, itu batu tembok Berlin. Lalu batu yang itu juga oleh-oleh dari paman waktu ia pulang dari Mesir.”

Andrea: “Masing-masing batu ini berbeda, baik bentuk maupun warnanya.”

Jack: “Kebanyakan batu-batu itu aku dapat sendiri, dan mengingatkan aku tentang pengalamanku.”

Tahukah kamu bahwa Abraham juga mendirikan batu-batu? Bukan di dalam lemari, karena batu-batu itu terlalu besar untuk dimasukkan ke dalam lemari. Abraham hidup sekitar 4000 tahun yang lalu dan ia mengumpulkan batu-batu sebagai pengingat dan kemudian ia meletakkan batu-batu di tempat-tempat tertentu.

Andrea: “Apa sebabnya?”

Semua dimulai ketika Allah yang hidup berfiman kepadanya.

Suara Allah: “Abraham! Tinggalkan kampung halamanmu dan sanak saudaramu, pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.”

Abraham tidak melihat Allah, tetapi ia bisa mendengar firman Allah dengan jelas dan tahu apa yang harus dilakukannya: meninggalkan semuanya. Allah menghendaki hal itu dari kehidupan seseorang kalau Ia mau memberikan sesuatu yang jauh lebih baik lagi kepadanya.

Suara Allah: “Aku akan menunjukkan kepadamu suatu negeri yang baru dan akan menjadikanmu bangsa yang besar. Aku akan memberkatimu dan namamu akan menjadi masyhur.”

Meskipun Abraham tidak tahu kemana jalan yang harus ditempuh, ia dan istrinya meninggalkan kampung halaman mereka. Karena ia percaya kepada Allah, ia taat.

Setelah perjalanan yang panjang, Abraham sampai di tanah yang disebut sebagai Israel di jaman sekarang ini.

Apakah ia membayangkan bahwa Allah akan menjadikan dia sebagai bapa dari suatu bangsa yang besar yang dari antaranya Yesus, Juruselamat kita, akan datang?

Di tanah asing ini, Abraham mendengar suara yang sangat dikenalnya itu lagi.

Suara Allah: “Aku akan memberikan tanah ini untuk keturunanmu.”

Sekarang Abraham merasa sangat yakin. Jalan yang ditempuhnya sudah benar. Dia sudah mencapai tujuannya.

Hal yang pertama dilakukannya adalah membangun sebuah mezbah. Ia mendirikan sebuah batu yang akan menjadi pengingat baginya tentang Allah dan semua janji-janjiNya.

Ia berjalan lebih ke selatan dan di sana ia juga mendirikan mezbah peringatan.

Bagaimana kalau kamu juga membuat batu pengingat di kamarmu? Tidak perlu batu yang besar, batu yang kecil saja untuk mengingat setiap pengalaman yang kamu alami bersama dengan Allah—contohnya, kalau Ia menjawab doamu atau Ia melindungimu—saat itu kamu taruh satu batu kecil sebagai pengingat. Batu-batu itu akan mengingatkan kamu tentang Allah dan akan menguatkan kamu untuk tetap percaya kepadaNya dan hidup bagiNya.

Apa yang terjadi dengan Abraham selanjutnya, bisa kamu dengar di dalam kisah berikutnya.


Tokoh: Narator, Andrea, Jack, suara Allah

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 02:19 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)