STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 025 (The saddest story)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

25. Cerita yang paling menyedihkan


Tahukah kamu siapa orang yang tidak memiliki hari ulang tahun?

Adam dan Hawa! Karena mereka tidak pernah dilahirkan, tetapi diciptakan langsung oleh Allah. Meski demikian, setiap hari mereka bergembira, seolah-olah setiap hari adalah ulangtahun mereka. Mereka hidup bersama-sama dengan Allah. Mereka berbicara dengan Dia dan bisa mendengar suara-Nya. Tidak pernah ada pertengkaran atau kesakitan atau kekuatiran. Allah sudah memberikan begitu banyak kepada mereka, dan Ia berkata kepada mereka:

Allah mengatakan: “Kamu boleh memakan semua pohon yang ada di taman ini, kecuali pohon yang di tengah-tengah taman itu. Kalau kamu memakannya, kamu pasti mati.”

Semuanya menjadi milik mereka, selain pohon yang dilarang itu. Adam dan Hawa mengasihi Allah dan karena itu mereka taat kepada-Nya dengan senang hati.

Tetapi datanglah dia yang tidak pernah senang kalau ada orang yang memiliki hubungan yang baik dengan Allah. Dia adalah Iblis. Dahulu, sebenarnya ia adalah seorang malaikat. Ia menjadi sombong dan mau menjadi seperti Allah, dan itulah sebabnya ia diusir dari surga.

Iblis: “Benarkan Allah melarangmu makan dari pohon ini?”

Hawa: “Kami boleh makan dari semua pohon yang ada kecuali pohon itu, nanti kami mati.”

Iblis: “Tidak, kamu tidak akan mati.”

Musuh Allah adalah pembohong sejak dahulu. Ia memutar-balikkan Firman Allah dan memunculkan keraguan. Hawa sangat hafal perintah Allah itu, tetapi ia mendengarkan perkataan Iblis, sang penggoda. Ketika ia melihat buah itu, Hawa menjadi suka, ia memetik beberapa buah, memakannya, dan memberikan sisanya kepada Adam, yang ada di sisinya.

Ketidaktaatan itu dosa, dan dosa mendatangkan akibat yang mengerikan. Segala sesuatu menjadi berubah.

Allah mengatakan:

Allah: “Adam, dimanakah engkau?”

Ketika Allah memanggil mereka, mereka menjadi ketakutan, dan karena itu mereka bersembunyi dari Allah. Mereka kemudian saling menyalahkan. Dosa tidak pernah membuat kita menjadi bahagia, dan Allah yang suci harus menghukum mereka. Upah dosa adalah maut; itu berarti kita menjadi terpisah dari Allah sampai selamanya. Adam dan Hawa harus pergi dari Taman Eden.

Peristiwa terburuk yang pernah terjadi di dunia, terjadi pada saat itu: Dosa masuk ke dalam dunia. Sejak saat itu, semua manusia menjadi berdosa. Tetapi Allah penuh dengan kasih, dan itulah sebabnya sejak semula Ia menjanjikan Juruselamat, seorang Juruselamat yang akan memikul segala dosa kita dan dengan itu memungkinkan kita memulai kehidupan kita yang baru.

Dalam kisah selanjutnya, aku akan menceritakan mengenai siapa Juruselamat itu.


Tokoh: Narator, Iblis, Hawa, suara Allah.

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 08:27 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)