STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 168 (All is well with Terry 6)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

168. Semuanya baik dengan Terry 6


Philip dan Ruth tidur dengan nyenyak. Mereka sama sekali tidak mendengar suara banyak langkah kaki yang bergegas di dalam rumah mereka. Mereka tidak tahu bahwa dokter duduk di sebelah tempat tidur Terry hampir sepanjang malam.

Yesus, sang Gembala Baik, sudah mengambil Terry dengan tenang di tanganNya dan membawanya pulang ke kediamanNya di surga.

Keesokan harinya, ketika Ruth dan Terry mendengar bahwa Terry sudah meninggal, Ruth menangis dengan sangat sedih. Ruth dan Philip baru saja kehilangan seorang sahabat terbaik mereka.

Di pamakaman, Pendeta Robinger membaca kisah tentang Yesus sang Gembala Baik dengan suara yang keras. Setelah pemakaman selesai, Ruth berjalan dengan penuh kesedihan ke arah hutan. Sangat menyedihkan sekali ketika ia ingat bahwa Terry tidak ada di sana lagi. Ia menangis tersedu-sedu di bawah pohon ketapang.

Pak Tanner: “Ruth, mengapa kamu menangis?”

Tiba-tiba Pak Tanner sudah berdiri di dekat Ruth. Pak Tanner adalah pemilik dari semua domba yang ada di padang penggembalaan di dekat hutan. Ruth menceritakan kepadanya semua yang terjadi.

Ruth: “Aku sering berdoa. Tetapi tidak menolong sama sekali. Terry tetap saja meninggal dunia.”

Pak Tanner: “Apakah kamu berpikir bahwa Yesus melakukan kesalahan? Bagaimana menurutmu kalau salah satu domba milikku menjadi sakit sangat parah dan kemudian aku menggendongnya serta membawanya ke tempat yang rumputnya paling subur, tempat yang jauh lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya?”

Ruth mulai mengerti.

Pak Tanner: “Yesus membawa Terry ke tempat dimana ia akan menjadi jauh lebih baik. Itulah sebabnya kam tidak perlu bersedih.”

Ruth: “Tetapi mereka menguburkan dia di dalam tanah. Bagaimana bisa dia berada bersama-sama Gembala yang Baik itu.”

Pak Tanner mengambil satu buah ketapang.

Pak Tanner: “Lihat, Ruth! Bagian sabut tebal kulit ketapang ini sama sekali tidak ada nilainya. Hidup dari ketapang ini ada di dalam bijinya yang seperti kacang ini. Dari biji inilah akan tumbuh sebatang pohon ketapang yang baru. Kamu bisa membandingkan tubuh Terry itu seperti sabut tebal kulit ketapang ini. Ia akan tetap berada di dunia ini dan Terry tidak memerlukannya lagi. Tetapi bijinya, inti dari hidupnya ada bersama Yesus. Di sana ia akan memiliki tubuh yang baru yang tidak akan pernah merasa sakit. Pikirkan hal itu, Ruth.”

Di rumah, Philip melihat bahwa Ruth tidak merasa sedih lagi.

Philip: “Ruth, terima kasih karena kamu sudah bercerita kepadaku tentan Gembala yang Baik itu sehingga aku bisa mengenal Dia. Terry sekarang sudah ada bersama Dia. Dan kita akan pergi ke sana juga suatu hari nanti.”

Ruth: “Dan besok aku akan menceritakan kepada anak-anak di sekolah tentang Gembala yang Baik itu sehingga mereka juga bisa mengenal Dia.”

Siapa yang bisa kamu ceritain tentang Yesus, Gembala yang Baik itu?


Tokoh: Narator, Pak Tanner, Ruth, Philip

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 03:11 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)