STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 167 (Super idea, Aunt Margret 5)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

167. Ide yang bagus, Bibi Margret 5


Ruth dan Philip membungkus hadiah mereka untuk Terry dan kemudian berangkat menuju ke rumahnya. Sahabat mereka yang sedang sakit itu pasti akan senang dengan kejutan yang mereka bawa.

Beberapa saat setelah memasuki hutan mereka bertemu dengan Ibu Terry. Ia sedang menangis. Ruth berusaha menghiburnya dan menceritakan tentang Yesus, sang Gembala yang Baik, yang mencari dia dan menolong dia karena kasihNya kepadanya.

Philip: “Kami membawa sesuatu untuk Ibu juga. (suara gemerincing uang) Hanya itu yang kami punya. Ibu bisa membeli susu untuk Terry dengan uang itu.”

Ibu: “Terima kasih banyak, kalian baik sekali. Sana, Terry sedang menunggu kalian.” (suara langkah kaki)

Philip: “Ruth, apakah kamu marah karena aku memberikan semua uang kita kepada Ibunya Terry?”

Ruth: “Tidak. Gembala Baik itu juga sudah memberikan seluruh hidupNya dan mati di kayu salib. Jadi kita juga tidak boleh pelit.”

Terry sangat senang menerima hadiah yang diberikan kepadanya. Tetapi ia masih saja nampak lebih sedih dibandingkan dengan sebelumnya.

Terry: “Dokter mengatakan bahwa ia tidak bisa menolong aku lagi. Aku merasa lebih baik mati saja.”

Philip dan Ruth bertanya-tanya di dalam hati, apakah Allah mendengar doa mereka. Mengapa Ia tidak melakukan mujizat?

Dengan sangat kecewa kedua kakak beradik itu pulang di sore harinya. Bibi Margret ternyata sudah membersihkan kamar untuk tamu.

Bibi Margret: “Bagaimana menurut kalian kalau kita meminta Terry dan ibunya untuk tinggal bersama dengan kita di rumah ini?”

Ruth: “Super! Itu ide yang bagus sekali!”

Sebuah ambulan membawa Terry ke rumah itu. Ternyata ia suka dengan kamar yang disediakan untuknya. Tempat tidurnya terletak di dekat jendela kamar.

Terry: “Ini indah sekali.”

Lalu ia memandang gambar kecil di dinding, gambar Yesus sang Gembala Baik, yang mengulurkan tanganNya untuk menyelamatkan domba yang tersesat.

Terry: “Ruth, aku mau gambar Gembala yang sedang menggendong domba hilang yang ditemukanNya itu di pundakNya.”

Pendeta Robinger memberikan satu gambar itu kepada Terry. Di dalam gambar itu ada banyak domba. Yesus berjalan di depan dan Ia menggendong seekor domba di pundaknya.

Terry: “Kemana Dia membawa domba itu?”

Pendeta: “Ke rumahNya”

Terry: “Dimana itu?”

Pendeta: “Di tempat dimana Yesus berada. Dimana tidak ada lagi air mata, dan tidak ada kesakitan.”

Terry: “Tidak ada kesakitan? Apakah semua orang akan pergi ke sana?”

Pendeta: “Semua orang yang menjadi milik Gembala Baik itu akan pergi ke sana.”

Terry: “Aku mau menjadi milikNya dan pergi bersama Dia.”

Terry berdoa dan memegang gambar itu erat-erat di tangannya. Tak lama kemudian iapun tertidur.

Lalu bunyi langkah siapa yang terdengar dari rumah itu di tengah malam?

Aku akan menceritakan hal itu di dalam kisah berikutnya.


Tokoh: Narator, Philip, Ruth, ibu Terry, Terry, Pendeta, Bibi Margret

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on March 05, 2018, at 12:45 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)