STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 160 (Why does Jesus allow it 1)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

160. Mengapa Yesus mengijinkannya 1


Ketiga kakak beradik itu tidak bisa dipisahkan. Tahukah kamu siapakah mereka? Martha, yang selalu penuh ide dan tidak bisa diam. Maria, yang pendiam dan juga agakj pemalu. Lazarus, saudara laki-laki yang bisa diandalkan. Mereka bertiga sangat mengasihi Yesus.

Ketika Yesus datang bersama dengan murid-muridNya ke Bethania, Yesus selalu mengunjungi ketiga bersaudara itu.

Suasana gembira biasanya memenuhi rumah itu, samapi suatu saat, tiba-tiba saja Lazarus jatuh sakit, dan keadaannya dengan cepat memburuk. Maria duduk di pinggir tempat tidur saudaranya itu, dan ia merasa sangat cemas. Saudaranya yang sakit itu hampir tidak bisa mengatakan apa-apa. Matanya juga selalu terpejam.

Martha masuk ke ruangan itu dan sangat terkejut ketika ia melihat wajah Lazarus nampak sangat pucat.

Martha: “Maria, kita tidak bisa membiarkannya begitu saja. Yesus satu-satunya yang bisa menolong Lazarus. Aku mau meminta tolong orang untuk langsung pergi dan menyampaikan pesan kepada Yesus.”

Dengan masih terengah-engah, utusan itu mendapati Yesus sedang berada di tepi Sungai Yordan.

Utusan: “Yesus, datanglah segera! Maria dan Martha mengutus aku untuk mencariMu. Lazarus sedang sakit parah. Datanglah segera, kalau tidak, Lazarus akan mati.”

Yesus sangat mengasihi ketiga bersdaudara itu. Tetapi Ia tidak langsung pergi menemui mereka. Ia justru bermalam bersama dengan para muridNya di tempat dimana Dia berada. Beberapa haripun berlalu.

Yesus: “Ayo, mari kita pergi. Lazarus sedang tertidur. Aku akan pergi ke sana dan membangunkan dia.”

Murid: “Kalau dia sedang tidur, pasti dia akan segera sembuh dan pulih kesehatannya.”

Yesus: “MaksudKu berbeda ketika Aku mengatakan bahwa Lazarus sedang tidur. Lazarus sudah mati.”

Murid: “Mati?”

Yesus: “Aku senang bahwa aku tidak berada di sana. Karena dengan demikian, kamu akan belajar untuk percaya kepadaKu.”

Para murid sama sekali tidak memahami apa yang sedang terjadi. Lazarus mati, tetapi Yesus merasa senang. Bagaimana mereka bisa belajar sesuatu dariNya dalam keadaan yang demikian?

Mungkinkah Yesus bermaksud mengatakan bahwa orang bisa tetap percaya kepadaNya bahkan ketika hal yang sangat buruk terjadi? Bahkan ketika seseorang tidak bisa memahami apa yang sedang terjadi?

Lazarus sudah dikuburkan. Maria dan Martha menangis terus. Banyak juga orang-orang yang datang untuk menyatakan dukacita dan kesedihan mereka. Mereka ingin menghibur kedua saudari itu.

Sekarang, aku mau memberikan sebuah PR kecil.

Pikirkan jawaban untuk pertanyaan ini: Apa yang akan kamu lakukan kalau Yesus tidak langsung menjawab doamu dan bertindak menolongmu?

Apa yang akan kamu lakukan kalau Ia mengijinkan hal yang buruk terjadi di dalam kehidupanmu?

Masihkah kamu bisa tetap percaya kepadaNya meski dalam keadaan yang demikian?

Pikirkan tentang hal ini!

Dan ingat – dalam kisah berikutnya kita akan melanjutkan cerita ini.


Tokoh: Narator, Martha, utusan, Yesus, murid

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 02:45 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)