STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 159 (Whoever digs a hole 4)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

159. Siapapun yang menggali lubang 4


Haman, pejabat yang licik itu, hampir pingsan. Ia sama sekali tidak menyangka: Ia harus memberikan penghormatan kepada Mordekhai depan seluruh penduduk ibukota kerajaan, sementara sebenarnya ia justru sedang berencana untuk menggantung semua orang Yahudi yang hidup di Persia.

Tetapi ia tidak memperhitungkan bahwa Allah akan bertindak turun tangan, Allah yang mengasihi dan melindungi umatNya.

Kalau saja Haman tahu apa yang akan terjadi kepadanya. Tetapi ia sudah menjadi terlalu sombong karena ia sudah diundang lagi untuk makan malam bersama-sama dengan sang Raja. Ratu Ester sudah siap menerima tamu-tamunya.

Di dalam istana, tidak ada yang tahu bahwa Ester adalah anak angkat Mordekhai. Dan sore hari itu, Raja Ahasyweros siap untuk memenuhi apapun permintaan sang Ratu.

Raja: “Ratu Ester, apa permintaanmu? Aku akan memberikannya kepadamu bahkan kalaupun engkau meminta setengah dari kerajaanku.”

Ester: “Tuanku Raja, hamba meminta agar hamba dan bangsa hamba, bangsa Yahudi, tetap dibiarkan hidup. Ada orang yang mau membunuh dan membinasakan kami semua.”

Raja (gusar): “Siapa dia? Dimana orang itu?”

Ester: “Haman inilah musuh terbesar yang mau membinasakan bangsa kami.”

Sang Raja menjadi sangat murka. Dengan ketakutan Haman memohon ampun. Tetapi permohonannya tidak diperdulikan. Para prajurit kemudian menutup mata Haman dan ia diseret keluar dari istana. Haman mati di tiang gantungan yang dibuatnya sendiri untuk menggantung Mordekhai.

Anak perempuan: “Ya, siapa yang menggali lubang untuk orang lain nantinya akan jatuh ke dalam lubang itu sendiri.”

Haman bukan orang pertama yang berusaha melenyapkan bangsa Yahudi. Dan ia juga bukan orang yang terakhir. Tetapi Allah memelihara umatNya. Ia menggagalkan semua rencana jahat itu.

Karena rencana Allah adalah agar Yesus, Juruselamat kita, dilahirkan sebagai seorang Yahudi. Dan apapun yang direncanakan Allah, pasti akan terjadi.

Bahkan Raja Ahasyweros juga hanyalah alat di tangan Allah.

Raja: “Dengarkan pengumuman dari sang Raja: Semua orang Yahudi di dalam kerajaanku memiliki hak untuk mempertahankan diri.”

Para utusan sang Raja bergerak cepat dengan menaiki kuda-kuda yang paling cepat untuk menyampaikan pengumuman yang baru ini ke seluruh propinsi di kerajaan itu. Haman, musuh yang mau membinasakan bangsa Yahudi, menetapkan tanggal 13 Desember sebagai hari kematian bagi semua orang Yahudi, tetapi hari itu berubah menjadi hari sukacita karena orang-orang Yahudi mengalahkan musuh-musuh mereka.

Bangsa Yahudi merayakan kemenangan pada tanggal 14 bulan itu. Orang-orang Yahudi saling memberikan hadiah dan membagi makanan mereka dengan orang-orang miskin.

Sukacita menggantikan dukacita. Allah memilih dan melindungi umatNya, bangsa Israel.

Dan rencana Allah yang selalu terlaksana.


Tokoh: Narator, Raja, Ester, anak perempuan

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 02:41 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)