STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 158 (Reward for M. 3)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

158. Hadiah untuk M. 3


Ratu Ester sangat pemberani. Tanpa diundang, dia berani menghadap sang Raja Persia. Itu tindakan yang mempertaruhkan hidupnya sendiri. Tetapi Ester mau melakukannya karena ia mau menyelamatkan hidup bangsanya, bangsa Yahudi.

Raja Ahasyweros sedang duduk di atas tahtanya. Ia melihat Ratu Ester datang. Ia lalu mengangkat tongkat kerajaan dan diacungkan ke arah Ester, sebagai tanda bahwa ia berkenan menerima kedatangan Ratu Ester.

Raja: “Ratu Ester, mengapa engkau datang ke sini? Apakah ada yang kau inginkan?”

Esther: “Tuanku Raja, datanglah bersama dengan Haman untuk makan perjamuan yang hamba siapkan malam ini.”

Raja: “Pelayan, cepat panggil Haman. Sang Ratu mengundangnya datang ke perjamuan makan.”

Ester menyiapkan makanan yang sangat lezat.

Raja: “Ratu Ester, masih adakah yang kau inginkan? Aku akan memberikan apapun yang kau inginkan, bahkan kalaupun engkau meminta setengah dari kerajaanku.”

Ester: “Paduka, datanglah lagi untuk makan malam besok bersama dengan Haman. Saat itu hamba akan menyampaikan keinginan hamba.”

Haman yang congkak itu pulang dengan rasa puas dan kebanggaan yang luar biasa.

Haman: “Aku pejabat yang paling tinggi. Aku diundang untuk makan perjamuan semeja dengan sang Raja. Hanya aku saja! Besok aku juga diundang lagi. Tetapi masih ada satu hal yang membuat aku sangat marah: urusan Mordekhai yang tidak mau sujud di hadapanku.”

Istri: “Apakah engkau mau membiarkannya begitu saja? Hukum gantung saja orang Yahudi itu!”

Ester tidak tahu bahwa Haman sudah membuat tiang gantungan untuk menggantung ayah angkatnya. Tingginya hampir 10 meter. Tetapi Allah melihat hal itu. Dan Allah berkuasa! Dan inilah sebabnya Raja Ahasyweros malam itu tidak bisa tidur.

Raja: “Pelayan, aku tidak bisa tidur. Bawa kesini buku catatan kerajaan. Baca keras-keras peristiwa apa yang terjadi baru-baru ini.”

Buku catatan kerajaan menuliskan tentang bagaimana Mordekhai membongkar persekongkolan untuk membunuh sang Raja.

Raja: “Hadiah apa yang sudah diberikan kepada Mordekhai atas jasanya itu?”

Pelayan: “Tidak ada sama sekali, Tuanku.”

Hari berikutnya Haman datang ke istana. Ia ingin mendapatkan ijin dari Raja untuk melaksanakan hukuman gantung kepada Mordekhai.

Raja: “Haman, apa yang harus aku berikan sebagai ucapan terima kasihku kepada orang yang sangat berjasa kepada sang Raja?”

Haman sangat yakin bahwa sang Raja ingin memberikan hadiah itu kepadanya.

Haman: “Tuanku, untuk orang itu harus dikenakan jubah kebesaran dan mahkota Raja, lalu ia dinaikkan ke atas kuda sang Raja sendiri untuk diarak dan dielu-elukan di jalanan kota. Seorang pelayan Raja harus berjalan di depannya dan berseru: Lihatlah orang yang mendapatkan penghormatan dari sang Raja sendiri.”

Raja: “Haman, lakukan hal itu untuk Mordekhai!”

Wajah Haman berubah menjadi pucat pasi.

Di dalam kisah berikutnya, kamu akan mendengar bagaimana kelanjutkan cerita Alkitab ini.


Tokoh: Narator, Raja, Ester, Haman, istri Haman, pelayan raja

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on March 05, 2018, at 12:40 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)