STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 108 (Bela‘s Bible)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

108. Alkitab Bela


Kereta miliki kelompok gypsy itu berjalan pelahan di jalanan pedesaan itu. Anak-anak desa itu melambai kepada mereka.

Bela: "Ayah, aku mau membantu pekerjaan Pak tani."

Ayah: "Kamu akan cepat bosan."

Ibu: "Bela mau bekerja? Lucu sekali!"

Bela jengkel sekali karena orangtuanya tidak percaya kalau ia juga bisa bekerja. Di kota selanjutnya, begitu kereta mereka berhenti, Bela langsung melompat turun dari kereta dan lari dengan cepat.

Ia suka sekali dengan rumah petani yang jendelanya dihiasi dengan bunga-bunga. (suara mengetuk pintu)

Pak Petani: "Halo. Kamu siapa?"

Bela: "Namaku Bela dan aku mau bekerja untuk Bapak."

Pak Petani: "Kamu datang tepat waktu untuk menolong memanen kentang. Tetapi kamu harus makan dulu. Masuklah."

Aroma masakan di dapur mengingatkan Bela bahwa dia sudah sangat kelaparan seperti beruang yang baru berpuasa.

Pak Petani: "Kita berdoa dulu sebelum makan. ‘Segala pemberian yang baik dan semua yang kami miliki adalah dari-Mu saja, ya Allah. Kami bersyukur atas semuanya itu. Amin.’"

Berdoa dan membaca Alkitab adalah sesuatu yang baru bagi Bela.

Tetapi ia suka berada di dekat Pak Petani yang ramah itu. Bahkan bekerja terasa menyenangkan baginya, meskipun setiap sore ia selalu merasa punggungnya sakit sekali.

Satu minggu berlalu. (suara anjing menggonggong)

Bela: "Nero, ada apa? Apa kamu mau bermain bola denganku?"

Di luar, Nero mengangkat telinganya. Bela juga mendengar dengan seksama. (suara orang bemain biola)

Bela: "Nero, ada orang yang sedang bermain biola. Itu pasti orangtuaku. Mereka biasanya duduk mengelilingi api unggun, sambil memanggang makanan dan menyanyikan lagu-lagu. Tiba-tiba saja, aku merasa sangat rindu kepda mereka. Apakah kamu bisa mengerti rasa rindu itu?"

Bela mengintip ke dapur, tetapi tidak ada seorangpun di sana. Ia mengambil Alkitab yang tergeletak di atas meja dan kemudian lari dari di kegelapan malam.

Ayah: "Bela, oh, kamu di sini. Apakah kamu membawa sesuatu untuk kami?"

Bela: "Aku membawa buku ini."

Ibu: "Grigor bisa membacakannya untuk kita."

Grigor: "Hey, lihat, ini buku suci. Lihat ada tulisannya: Perjanjian Baru dari Tuhan kita Yesus Kristus."

Ibu: "Ini buku yang sangat bagus. Bacakan untuk kita!"

Grigor: "Seseorang datang kepada Yesus dan bertanya: apa yang harus aku lakukan agar aku diselamatkan? Yesus menjawab kepadanya: Taatilah perintah Allah. Jangan mencuri."

Ayah: "Jangan mencuri?"

Dengan rasa bersalah, kaum gispy itu saling memandang, karena mereka semua pernah mencuri sebelumnya. Bahkan Bela mencuri Alkitab yang sedang mereka baca. Tetapi sore itu, ia memutuskan untuk mengembalikannya.

Pak Petani: "Bela, ini kejutan bagiku. Jadi kamu yang mengambil Alkitab itu? Ya, tidak apa-apa, aku berikan saja Alkitab itu kepadamu."

Bela: "Sungguh, aku bisa memiliki buku ini?"

Bela sangat bahagia. Melalui Alkitab itu, kaum gipsy bisa belajar untuk mengenal dan percaya kepada Yesus.


Tokoh: Narator, Bela (anak laki-laki), ibu, bapak, Grigor, Pak Petani

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 11:57 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)