STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 070 (It‘s worth it)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

70. Kata-kata yang sangat berharga


Petrus: "Menjengkelkan sekali. Sepanjang malam kita mencari ikan tetapi sama sekali tidak menangkap seekor ikanpun."

Dengan kecewa, nelayan-nelayan yang kelelahan itu mendayung perahu mereka ke pantai. Mereka baru saja melalui malam yang gagal. Tetapi mereka masih tetap harus memperbaiki jala dan membersihkan perahu.

Tiba-tiba ada sekumpulan orang datang ke tepi Danau Galilea itu. Yesus ada di sini! Para nelayan itu juga ingin mendengarkan Yesus berbicara; selalu menyenangkan mendengar perkataan-Nya. Perkataan-Nya selalu memberikan penghiburan dan kekuatan baru. Banyak sekali orang dan mereka berdesak-desakan di tepi pantai. Sampai-sampai, Yesus tidak mendapatkan tempat untuk berdiri.

Yesus: "Petrus, biarkan Aku naik ke perahumu dan dayung perahumu sedikit menjauh dari pantai."

Sekarang semua orang bisa melihat dan mendengar Yesus dengan lebih jelas. Setelah selesai mengajar, Yesus memandang ke arah Petrus.

Yesus: "Petrus, mendayunglah ketengah danau. Tebarkan jalamu ke sana. Kita akan menjala ikan."

Aku membayangkan bagaimana wajah Petrus pasti berubah. Menjala ikan? Di siang bolong begini? Di siang hari, ikan-ikan akan menjauh dari panas dan berenang sangat dalam di dasar danau. Tidak akan ada ikan yang bisa dijala. Petrus tahu benar mengenai kebiasaan ikan. Dia memang seorang nelayan yang sudah sangat berpengalaman.

Petrus: "Guru, kami sudah menjala ikan sepanjang malam dan tidak berhasil menangkap seekor ikanpun."

Kita boleh saja bercerita kepada Yesus mengenai kegagalan kita.

Petrus: "Tetapi karena Engkau memerintahkannya, aku akan menebarkan jalaku."

Petrus memang sangat luar biasa. Dia sudah sangat ahli sebagai nelayan. Ia mendengar dan taat kepada Yesus, dan ketaatannya membuahkan hasil. Ia mendayung ke tengah danau bersama dengan nelayan-nelayan lain dan menebarkan jalanya. Mujizat terjadi! Mereka menangkap begitu banyak ikan sehingga jala mereka sampai sobek.

Petrus: "Yohanes, Yakobus, tolong kami! Kami tidak bisa mengangkat jala ini sendirian."

Mereka melambaikan tangan mereka memanggil teman-teman mereka, dan memenuhi kedua perahu mereka dengan ikan. Ada begitu banyak ikan yang terjala, sampai-sampai perahu mereka hampir tenggelam.

Petrus begitu kagum kepada Yesus. Ia juga melihat bahwa dirinya sangat berbeda dengan Yesus.

Petrus: "Tuhan, menjauhlah dariku, karena aku seorang berdosa."

Yang sangat indah adalah bahwa Yesus tidak meninggalkan Petrus, tetapi justru mengampuninya.

Yesus akan melakukan hal yang sama kepadamu dan juga kepadaku ketika kita mengakui dosa-dosa kita kepada-Nya.

Yesus: "Petrus, jangan takut. Mulai hari ini kamu akan menjadi penjala manusia."

Sebuah pekerjaan baru. Petrus harus menjadi penjala manusia bagi Yesus. Aku sangat bersyukur bahwa Yesus tidak hanya memanggil orang-orang yang sangat hebat saja, tetapi juga memanggil orang-orang biasa seperti aku dan juga kamu, orang-orang seperti Petrus, orang-orang yang mau mendengarkan firman-Nya dan kemudian mengakui bahwa kehidupan di dalam Yesus adalah kehidupan yang indah.


Tokoh: Narator, Petrus, Yesus

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on March 05, 2018, at 11:46 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)