STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 057 (Taken hostage in Egypt 5)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

57. Mengambil sandera di Mesir 5


(suara detak sepatu kuda)

Yusuf mengadakan perjalanan ke seluruh penjuru Mesir dengan menunggang salah satu kereta Raja. Semua orang melambaikan tangan kepadanya. Firaun sudah mengangkatnya sebagai wakilnya. Dengan cincin meterainya, raja memberikan kekuasaan kepada Yusuf. Yusuf melaju dengan cepat melalui ladang-ladang yang sudah hampir panen dan perkebunan kurma.

Saat itu sedang terjadi seperti yang sudah dikatakan oleh Allah: ada panenan yang berkelimpahan.

(Background sound: suara orang bertukang, memalu dan memaku)

Yusuf membangun banyak lumbung-lumbung. Gandum dalam jumlah yang sangat banyak disimpan di dalam lumbung-lumbung itu. Rencana Yusuf berjalan dengan sempurna. Karena seperti yang dikatakannya, tujuh tahun kekeringan melanda setelah tujuh tahun kelimpahan itu. Rakyat menjadi lapar dan mereka datang kepada Firaun.

Rakyat: "Kami lapar! Kami sudah sangat kelaparan! Berikanlah makanan bagi anak-anak kami."

Firaun: "Yusuf yang bertanggungjawab untuk menolong kalian. Lakukan apa yang diperintahkannya."

Mereka datang dari berbagai tempat. Bahkan dari negeri-negeri yang jauh. Datanglah juga sepuluh orang bersujud di hadapan Yusuf. Yusuf langsung mengenali mereka. Mereka adalah saudara-saudara Yusuf. Yusuf ingat tentang mimpinya, tentang kebencian mereka terhadapnya, dan bahwa mereka sudah menjual dia sebagai budak. Tetapi saudara-saudaranya itu sama sekali tidak mengenali Yusuf.

Yusuf berbicara dengan tegas kepada mereka.

Yusuf: "Darimana asal kalian?"

Saudara: "Kami datang dari tanah Kanaan dan kami bermaksud membeli makanan dari tuanku."

Yusuf: "Kalian bohong. Kalian pasti mata-mata!"

Saudara: "Tidak. Kami berkata jujur! Sebenarnya kami dua belas bersaudara. Satu orang kami tinggal di rumah, dan yang satunya lagi sudah mati."

Yusuf: "Aku tidak percaya sama sekali kepada perkataanmu. Tetapi karena aku mengasihi Allah, aku akan membiarkan kamu membeli gandum dariku. Tetapi aku mau agar kamu datang kembali dengan saudaramu yang sekarang masih di rumah itu. Salah satu dari antara kalian akan tetap tinggal di sini untuk memastikan bahwa kalian mentaati perintahku."

Mengapa Yusuf keras sekali terhadap saudara-saudaranya? Apakah ia mau membalas dendam kepada mereka? Tidak! Ia hanya mau menguji saudara-saudaranya. Ia ingin melihat apakah mereka sudah berubah.

Mereka tidak tahu bahwa Yusuf mengerti ketika mereka saling berbicara dalam bahasa mereka sendiri.

Saudara: "Ini pasti hukuman atas apa yang sudah kita lakukan kepada Yusuf."

Yusuf hampir menangis ketika mendengar perkataan itu. Tetapi ia masih belum mau mengatakan kepada mereka, siapa dirinya yang sebenarnya. Dengan membawa semua gandum yang diperlukan, sembilan bersaudara itu kembali ke rumah mereka sedangkan Simeon tetap tinggal di Mesir.

Bapa Yakub sangat ketakutan ketika mendengar cerita perjalanan mereka. Tetapi ketika gandum mereka sudah habis, mereka harus kembali ke Mesir, dan sekarang, mereka harus membawa Benyamin. Kesepuluh orang itu merasa sangat ketakutan ketika mereka prgi ke Mesir untuk kedua kalinya.

Dan kemudian? Kita akan dengar kelanjutannya dalam kisah berikutnya.


Tokoh: Narator, rakyat, Firaun, Yusuf, saudara Yusuf

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 09:18 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)