STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 041 (The Chief and Jesus)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

41. Kepala suku dan Yesus


Dengan memegang parang di tangannya untuk menebas pepohonan yang menghalangi jalannya, sang missionaris menembus melalui hutan. Matahari memancarkan sinarnya dari langit. Dan akhirnya, ia sampai di sebuah desa suku Indian. Kepala suku Indian itu menyambutnya dengan ramah.

Belum pernah ada seorang kulit putihpun yang pernah datang kepada suku itu dan menceritakan tentang Yesus. Genderang dipukul untuk mengumpulkan seluruh anggota suku itu. Dan kemudian sang missionaris mulai bercerita dengan gembira.

Missionaris: “Allah mengutus saya ke sini agar engkau dan seluruh suku ini mengetahui bagaimana caranya untuk masuk ke surga.”

Kepala suku sangat senang mendengar kabar baik itu. Ia berdiri dan kemudian pergi untuk mengambil sesuatu.

Kepala Suku: “Aku mempersembahkan kapak perang ini kepada Allah.”

Kemudian ia duduk lagi untuk mendengar kelanjutan cerita dari missionaris itu.

Missionaris: “Allah sangat mengasihi Bapak dan ingin agar Bapak dan seluruh suku ini datang kepada-Nya. Tetapi Allah itu suci dan dosa-dosa kita menghalangi jalan kita untuk datang kepada-Nya. Orang-orang berdosa tidak akan bisa masuk ke surga.”

Hal itu membuat suku Indian itu merasa sangat sedih, karena memang yang dikatakannya sangat benar. Mereka pernah mencuri, berbohong dan bahkan membunuh, dan mereka merasa malu karenanya.

Missionaris: “Jangan sedih. Allah mengasihi kalian semua. Ia mau mengampuni kalian dari segala dosa kalian.”

Karena rasa senangnya mendengar perkataan itu, Kepala Suku berdiri, masuk ke kemahnya dan keluar dengan membawa sebuah karpet berwarna-warni yang sangat indah.

Kepala Suku: “Kepala Suku sangat senang bahwa Allah mengasihinya, sehingga Kepala Suku mempersembahkan sebuah karpet kepada Allah.”

Missionaris: “Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia sehingga Ia bisa membayar hukuman atas semua dosa manusia.”

Begitu besar pemberian Allah! Kepala Suku pergi lagi dan mau memberikan miliknya yang paling berharga baginya.

Kepala Suku: “Kepala Suku mempersembahkan kudanya. Sekarang aku tidak memiliki apa-apa untuk dipersembahkan kepada Allah.”

Sungguh? Tidak ada lagi? Missionaris itu melanjutkan perkataannya,

Missionaris: “Yesus, Anak Allah, mati dengan rela di kayu salib untuk dosa-dosamu. Ia mengasihi engkau dan Ia akan mengampunimu dari segala dosamu dan engkau bisa masuk ke dalam surga.”

Wajah sang Kepala Suku berseri-seri.

Kepala Suku: “Oh, aku tahu apa lagi yang bisa aku berikan kepada Allah. Aku akan mempersembahkan hatiku dan percaya bahwa Ia sudah mati bagiku.”

Banyak orang yang melakukan hal yang sama dan kemudian dengan gembira mereka kembali ke kemah masing-masing.

Apakah kamu juga ingin merasakan kegembiraan seperti yang mereka alami? Kalau ya, ikutilah teladan sang Kepala Suku dan percaya kepada Tuhan Yesus.


Tokoh: Narator, missionaris, Kepala Suku

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 08:48 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)