STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 042 (TiFam, daughter of the witch doctor 1)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

42. TiFam, anak perempuan penyihir 1


Di atas pegunungan di Haiti, matahari mulai memancarkan sinarnya. TiFam tinggal bersama dengan kedua orangtuanya di sebuah gubug. Mereka sangat miskin dan selalu merasa takut kepada roh-roh jahat. Mereka tidak pernah tahu mengenai Allah yang benar yang mengasihi mereka dan yang pernah mengatakan, “Jangan takut, karena Aku besertamu”.

Ayah TiFam, yang adalah seorang dukun bernama Orestil, bangun pagi-pagi sekali, dan ibunya melakukan pekerjaan di rumah dan juga mengurus ladang mereka. TiFam sering menolong.

Ibu: “TiFam, kita akan menggali dan mengambil ubi jalar untuk dijual ke pasar besok. Pergi dan ambil beberapa lembar daun pisang untuk ditaruh di dasar keranjang yang aan kita pakai membawa ubi.”

TiFam: “Kalau aku menolong, apakah aku akan dibelikan baju baru seperti yang Ibu janjikan?”

Ibu: “Nanti kita lihat.”

TiFam mengambil parang dan berjalan menuju ke kebun pisang. Tiba-tiba seorang temannya mendatanginya.

Mary: “TiFam! TiFam!”

TiFam: “Mary, besok kami akan pergi ke pasar dan Ibu akan membelikan baju baru untukku, yang ada tulisannya.”

Mary: “Tulisan? Kamu kan tidak bisa membaca. Aku mau belajar membaca dan nanti aku akan membeli sesuatu.”

TiFam: “Apakah kamu mau membeli jimat baru dari ayahku untuk melindungi dirimu?”

Mary: “Tidak, aku tidak memakai jimat lagi. Kami sudah menjadi orang-orang Kristen dan kami mau membeli sebuah Alkitab.”

TiFam: “Mary, kamu sudah gila! Roh-roh jahat akan marah kepadamu. Kamu nanti sakit.”

Mary: “TiFam, aku tidak takut lagi. Yesus jauh lebih kuat dibandingkan dengan roh-roh jahat. Yesus pernah mengatakan, Jangan takut, Aku menyertai kamu. Kemenangan bagi orang yang percaya sudah dituliskan di dalam Alkitab.”

TiFam: “Bohong, pasti semua itu bohong belaka.”

TiFam memegang jimatnya erat-erat dan lari dari sana.

TiFam: “Ibu, Mary tidak memakai jimat lagi karena keluarganya sudah menjadi Kristen.”

Orang-orang Kristen adalah orang-orang yang sudah menjadi milik Yesus, dan karena itu, mereka tidak lagi ada hubungannya dengan jimat, ramalan bintang atau takhayul. Allah melarang semua hal itu di dalam Alkitab.

Apakah kamu masih mempercayai hal-hal iyu, atau sudah mempercayakan dirimu sepenuhnya kepada Yesus? Yesus saja yang bisa menjadi perlindungan dan pertolongan bagimu. Ia juga mengatakan kepadamu: Jangan takut, karena Aku menyertaimu.

TiFam tidak tahu bahwa kita bisa berdoa kepada Yesus. Itulah sebabnya ia selalu merasa takut.

Ketika Orestil, sang dukun, mendengar bahwa Mary dan orangtuanya sudah menjadi Kristen, wajahnya berubah menjadi penuh kemarahan dan kemudian ...

Apa yang terjadi kemudian di dalam kisah nyata ini, akan kalian dengar dalam kisah selanjutnya.


Tokoh: Narator, TiFam, ibu, Mary

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 08:51 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)