STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 043 (Good news 2)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

43. Berita baik 2


Perjalanan ke pasar sangatlah melelahkan. TiFam dan ibunya membawa keranjang penuh dengan ubi yang berat. Mereka berharap akan mendapatkan banyak uang, dan kemudian Ibu Orestil bisa membelikan sebuah baju yang indah untuk anak perempuannya, TiFam. Satu-satunya baju yang dimiliki oleh TiFam sudah sangat tua dan berlobang-lobang. Orangtua TiFam memang miskin. Ayahnya selalu memberikan hasil yang terbaik untuk diberikan sebagai persembahan kepada roh-roh, tetapi ia tetap tidak menemukan kedamaian di dalam hatinya. Tiba-tiba TiFam ingat kepada Mary. Sahabatnya itu tidak lagi membawa jimat-jimat karena ia sudah menjadi seorang Kristen.

Akhirnya mereka sampai juga ke pasar. Ada banyak sekali orang di sana, masing-masing dengan kesibukannya sendiri.

Pedagang: “Sayuran segar! Buncis yang segar!”

Pedagang: “Jagung hasil panenan terbaru.”

Pedagang: “Murah—semua yang dijual di sini murah-murah!”

Ibu Orestil menaruh keranjangnya yang berat di depan salah seorang pedagang di sana. Dengan teliti, dia memeriksa ubi yang dibawa Ibu Orestil.

Pedagang: “Aku sudah menduga. Ulat! Ubi ini banyak ulatnya!”

Dengan rasa kecewa karena ubinya dibeli dengan harga murah sehingga ia hanya mendapatkan sedikit uang, Ibu Orestil pergi berbelanja. Tetapi TiFam mengalami hal yang luar biasa. Seorang pria yang sangat ramah membeli semua ubi yang dibawanya. TiFam tidak tahu bahwa sahabatnya menjadi Kristen melalui pria yang ramah itu. Dengan uang yang diterimanya, TiFam bisa membeli baju yang disukainya. Ia merasa sangat senang.

Tidak lama kemudian, ia dan ibunya bertemu lagi dengan pria itu.

TiFam: “Ibu, itu pria yang membeli ubi yang aku bawa. Buku apa yang dibawanya itu?”

TiFam dan ibunya berhenti dan kemudian mendengar apa yang disampaikan oleh pria itu kepada orang-orang yang ada di sana.

Victor: “Aku membawa kabar baik untuk kalian semua. Allah mengasihimu semua dan ingin memberikan damai sejahtera di dalam hatimu sehingga kamu tidak harus merasa takut lagi.”

Ibu Orestil: “TiFam, Ibu percaya kepada apa yang dikatakan oleh pria itu.”

Ketika Orestil, sang dukun, mendengar bahwa isterinya mendengarkan penjelasan Victor, pria ramah itu, ia beteriak dengan penuh kemarahan.

Orestil: “Victor sudah menghasut kamu. Jangan percaya kepadanya. Roh-roh akan datang menyerang kita.”

Ibu Orestil: “Orestil, sekarang aku merasakan damai di dalam hatiku. Allahnya Victor jauh lebih kuat dibandingkan dengan semua roh-roh jahat itu.”

Saat itu juga, Orestil mengambil baju baru TiFam, membuatnya menjadi seperti boneka kain, dan kemudian menusukkan banyak sekali jarum di sana.”

Orestil: “Itu Victor. Dia harus mati. Jarum-jarum itu akan membunuhnya.”

TiFam sangat terkejut. Ayahnya tidak pernah marah sampai melakukan hal demikian.

Lalu siapa yang lebih kuat? Kutukan dari dukun santet itu atau Yesus?

Dengarkan ceritanya dalam kisah selanjutnya.


Tokoh: Narator, Ibu Orestil, TiFam, pedagang, Victor, Orestil

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 08:52 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)