STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 029 (Behind closed doors)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

29. Di balik pintu yang tertutup


Murid: “Yohanes, kunci pintunya—aku tidak percaya kepada orang-orang itu. Mereka sudah menyalibkan Yesus, mereka pasti akan datang menangkap kita.” (suara pintu ditutup dan dikunci)

Dengan ketakutan, para murid Yesus duduk di balik pintu yang terkunci itu. Tidakkah mereka tahu bahwa Yesus sudah bangkit? Maria pernah berbicara dengan Yesus yang sudah bangkit itu.

(Suara ketukan di pintu)

Murid Emmaus 1: “Ini kami!”

Murid Emmaus 2: “Bukakan pintu!”

Murid: “Kleopas, mengapa engkau belum pulang ke rumahmu?”

Murid Emmaus 1: “Kami baru saja berbicara dengan Yesus! Ia hidup!”

Murid: “Dimana kamu bertemu dengan Dia? Coba kepada kami!”

Murid Emmaus 2: “Tadinya kami tidak mengenali Dia sama sekali.”

Murid Emmaus 1: “Kejadiannya begini: Kami sedang berjalan sambil ngobrol. Tiba-tiba saja, seorang laki-laki ikut berjalan di samping kami dan ikut ngobrol.”

Murid Emmaus 2: “Dia bertanya kepada kami tentang apa yang kami bicarakan. Aku berkata: Mungkinkah anda satu-satunya orang yang tidak tahu tentang apa yang terjadi di Yerusalem, bahwa Yesus sudah disalibkan? Dia lalu menjelaskan kepada kami bahwa hal itu sudah dinubuatan oleh Tuhan dan bahwa memang harus terjadi seperti itu.”

Murid Emmaus 1: “Dia pasti sangat mengenal isi Kitab Suci. Dan percakapan itu membuat kami sangat tenang. Di sore harinya, kami sampai di kota tujuan kami.”

Murid Emmaus 2: “Kami mengundang Dia untuk makan malam bersama kami. Dan kemudian, Dia mengambil sebagian dari roti itu, berdoa, memecah-mecahkannya dan membagikannya kepada kami. Saat itulah kami mengenali Dia: YESUS! Tetapi setelah kami mengenali Dia, Dia hilang. Tepat di depan mata kami semua—Ia tidak ada lagi di sana.”

Murid Emmaus 1: “Benar, memang demikian! Kami berbicara dengan Yesus dan kemudian kami berlari secepatnya ke sini untuk memberitahukan kepada kalian bahwa Dia hidup.”

Ketika seseorang bertemu dengan Yesus, mereka tidak bisa menyimpan rahasia itu bagi dirinya sendiri dan mereka selalu ingin menceritakannya kepada orang-orang lain. Ketika dua orang itu sedang bercerita mengenai apa yang terjadi, tiba-tiba saja Yesus menampakkan diri di dalam ruangan itu.

Ia menunjukkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.

Yesus: “Damai sejahtera bagi kamu semua. Ini Aku.”

Setelah itu, para murid menjadi percaya. Mendengar kisah tentang Yesus itu menyenangkan. Bertemu dengan Yesus membuang semua keraguan dan mendatangkan sukacita yang besar.

Dalam kisah selanjutnya, Melanie dan Sarah akan bercerita tentang bagaimana mereka bertemu dengan Yesus.


Tokoh: Narator, murid, 2 murid dari Emmaus, Yesus

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 08:32 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)