STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 136 (First aid 4)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

136. Pertolongan pertama 4


(suara lalu lintas)

Anak perempuan: “Sekolah kehidupan bagian 3. PPPK.”

Pernahkah kamu melihat ada rumah sakit yang tidak ada dokter atau perawatnya?

Ada tempat yang demikian! Memang bentuknya bukan seperti rumah sakit, tetapi seperti kolam renang dengan dua kolam terpisah. Seluruh fasilitas di situ dikelilingi oleh empat bangunan dengan tiang-tiang besar, dan kemudian ada ruangan besar yang dipisahkan oleh dua buah kolam.

Banyak orang sakit terbaring di sana. Tetapi tidak ada dokter yang merawat mereka. Tidak ada alat PPPK. Dan juga tidak ada ambulan kalau terjadi keadaan darurat.

Orang-orang yang sakit di sana terus memandang ke arah air di kolam. Dikatakan bahwa sekali-sekali ada malaikat yang akan menyentuh permukaan air. Siapapun yang pertama kali masuk ek dalam air setelah itu, akan disembuhkan. Dan semua orang di sana ingin disembuhkan! Khususnya seorang lumpuh yang juga terbaring di situ. Ia berharap menerima pertolongan dari air kolam itu.

Orang lumpuh: “Aku tidak boleh berpaling dari permukaan air ini. Ini dia, airnya bergerak! Aku harus menjadi orang yang pertama masuk ke dalam kolam. (suara helaan nafas) Aku terlambat lagi. Aku tidak akan pernah berhasil.”

Dengan kecewa, ia berbaring lagi di tilamnya. Ia sudah menunggu “pertolongan pertama” itu selama 38 tahun.

Suatu hari seseorang mendatanginya.

Jesus: “Maukah engkau sembuh?”

Orang Lumpuh: “Ya, tetapi tidak ada seorangpun yang mau membawa aku ke kolam itu. Selalu saja ada yang mendahului aku masuk ke dalam kolam sebelum aku sampai ke sana.”

Yesus: “Berdirilah! Angkatlah tilammu dan berjalanlah.”

Orang itu langsung berdiri dan ia sembuh. PPPK tanpa memakai kain pembalut atau jarum suntik. Sembuh sepenuhnya setelah menunggu 38 tahun! Aku membayangkan bahwa orang-orang lain pastilah ikut bersukacita bersama dengan dia. Tetapi apakah demikian?

Orang Farisi: “Apa yang kamu lakukan? Ini hari Sabat. Di hari peristirahatan ini kamu dilarang mengangkat tilammu.”

Orang Lumpuh: “Orang yang menyembuhkan aku yang menyuruh aku mengangkat tilamku dan berjalan.”

Orang Farisi: “Siapa orang itu?”

Orang Lumpuh: “Aku tidak tahu. Aku tidak melihat Dia lagi.”

Apakah kamu tahu siapa Orang itu? Benar sekali. Dia adalah Tuhan Yesus. Ia memberikan pertolongan yang terbaik. Bukan hanya untuk tubuh kita, tetapi juga untuk jiwa kita. Ia menolong dan menyelamatkan dengan sukacita.

Ketika Yesus kemudian berbicara dengan orang lumpuh itu, Ia memberikan nasehat yang sangat bagus.

Yesus: “Engkau sudah sehat sekarang. Jangan berlaku tidak adil dan berdosa lagi agar tidak ada sesuatu yang buruk terjadi lagi ke dalam kehidupanmu.”

Aku bisa membayangkan apa yang dimaksudkan oleh Yesus. Bisakah kamu membayangkannya juga?


Tokoh: Narator, orang lumpuh, Yesus, Orang farisi, anak laki-laki, anak perempuan

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 02:00 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)