STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 068 (The showdown 1)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

68. Pertunjukan kekuatan 1


Dua orang dari suku Eskimo duduk di kereta salju mereka, mengenakan pakaian yang sangat tebal. Mereka memecutkan cambuk dan anjing-anjing mereka menyeret kereta salju menyusuri es. Tiba-tiba Colli mendengar sesuatu.

Kuppa, si tukang sihir, juga mendengarnya: dentingan lembut yang menyusuri permukaan es.

Ia bersiul dan anjing-anjing itu berhenti. Orang-orang Eskimo itu kemudian melepaskan topi berbulu tebal yag mereka kenakan. Tidak diragukan lagi—suara nyanyian es. Mereka merasa sangat ketakutan. Karena ketika es bernyanyi, berarti ombak dari bawah permukaan es akan datang—gelombang yang sangat besar dan sangat kuat yang secara tiba-tiba akan menghancurkan permukaan es.

(Suara cambuk)

Colli: "Cepat, anjing-anjing yang baik! Lari secepat mungkin ke pantai. Ombak yang sangat besar sedang datang. Kita bisa mati karenanya."

Kuppa: "Colli, apakah kamu melihat peluncur salju di sebelah sana itu?"

Colli: "Apa mereka sudah gila? Mereka meluncur menuju ombak besar."

Kuppa: "Kita harus memperingatkan mereka."

Tetapi ketika kedua seluncur salju itu berpapasan, Kuppa melihat dua orang missionaris yang melayani di kota orang-orang Eskimo di atas seluncur itu, dan ia memutuskan untuk tidak memberi tahu mereka. Ia membenci mereka, kedua orang itu dan juga Yesus yang mereka beritakan, yang mereka ceritakan setiap waktu.

Kuppa dan Colli sampai ke pantai Nain dengan selamat.

Kuppa: "Untunglah kita selamat."

Colli: "Lalu orang-orang yang bertemu dengan kita itu?"

Kuppa: "Biar saja mereka mati. Kita lihat saja apakah Yesus bisa membuktikan kepada kita bahwa Dia lebih kuat dibandingkan dengan gelombang besar itu. Haha."

Kedua orang itu kemudian membangun sebuah igloo. Setelah itu mereka pergi ke toko kecil di sana untuk menjual kulit anjing laut yang bagus. Apakah wanita kulit putih itu adalah istri dari missionaris yang baru mereka temui?

Kuppa: "Saya mau menukar kulit anjing laut ini dengan senapan yang ada di sana."

Wanita: "Saya tidak yakin kalau kami masih memerlukan kulit anjing laut lagi. Bisakah kalian menunggu sampai suamiku pulang?"

Kuppa: "Dia tidak akan pulang."

Wanita: "Apa maksudmu?"

Kuppa: "Ada ombak yang sangat besar?"

Wanita: "Ombak besar itu sedang menyerang?"

Dengan sangat terkejut, wanita itu memandang ke arah Kuppa. Tukang sihir itu membuka jendela dan mereka kembali mendengar suara itu—suara es bernyanyi.

Wanita: "Kuppa, mengapa kamu tidak memberi tahu suamiku?"

Kuppa: "Mengapa aku harus memberitahu dia? Yesusnya pasti akan menolong suamimu kalau Dia sanggup."

Wanita itu sangat gelisah. Kemudian ia melihat ayat Alkitab yang tergantung di dinding toko. Yesus mengatakan: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi."

Wanita: "Yesus bisa melakukannya! Dia tidak pernah kalah dalam peperangan apapun."

Kuppa: "Peperangan besar sedang terjadi. Kalau mereka kembali dengan selamat melalui ombak yang besar itu, aku juga mau percaya kepada Yesus."

Wanita: "Kuppa, mereka akan kembali. Aku yakin itu!"

Kepastian itu membuat tukang sihir itu menjadi ragu. Siapa yang akan menang dalam peperangan itu? Kuppa atau Yesus? Kamu akan tahu kelanjutannya dalam kisah selanjutnya.


Tokoh: Narator, Kuppa, Colli, wanita

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 09:40 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)