STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 052 (Without a schedule to Hawaii)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

52. Ke Hawaii tanpa rencana


Pernahkah kamu melihat bagaimana burung-burung berkumpul dan hinggap di tiang listrik sebelum mereka terbang? Apakah mereka punya rencana untuk terbang bersama?

Di setiap tahun, ada satu hari dimana burung penyanyi kuning, burung sriti, dan burung bangau di Amerika Utara terbang menuju ke suatu tempat untuk mencari tempat yang hangat. Siapa yang memberi tahu mereka bahwa hari itu adalah hari yang tepat untuk memulai perjalanan mereka? Allah, sang Pencipta, yang memberikan kemampuan kepada mereka untuk mengetahuinya.

Burung-burung itu mentaati perintah-Nya dan mereka pun selamat.

Beberapa burung bahkan bisa terbang selama beberapa hari sampai 12.000 kilometer menghindari musim dingin dan kemudian kembali lagi ke sarangnya pada musim semi. Bukankah itu luar biasa?

Pernahkah kamu mendengar cerita tentang burung elang kuning Amerika? Burung itu hidupnya di Alaska, dan tanah di sana tidak pernah sepenuhnya bebas dari salju. Tetapi burung itu meletakkan telurnya di sarangnya, dan 26 hari kemudian, telur itu menetas. Buah-buahan berri kecil dan ulat menjadi makanan kesukaannya. Ia akan bertumbuh menjadi besar sampai sebesar burung merpati, dan bulunya akan berubah menjadi hijau kekuningan. Ia tidak bisa berjalan dengan baik di daratan, tetapi ia bisa terbang dengan sangat baik. Kemampuan terbang lebih penting untuk burung ini, karena di musim dingin, ia harus terbang menjauh dari Alaska yang beku ke Hawaii. Jarak dari Alaska ke Hawaii adalah sekitar 2.750 kilometer. Itu berarti ia harus terbang selama 88 jam tanpa berhenti.

Pembicara: "Untuk para ahli, perjalanan burung itu menjadi misteri yang sangat besar. Sebelum penerbangan panjang itu, ia makan sampai sejumlah setengah berat badannya. Bayangkan kalau ini terjadi kepadamu. Selama penerbangan ini, ia mengepakkan sayapnya sebanyak 250.000 kali. Bisakah kamu melakukan push-ip sebanyak 250.000 kali tanpa istirahat? Kalau burung itu memiliki speedometer, maka ia bisa melihat bahwa dia terbang dengan kecepatan 31 kilometer perjam.

Berat badan burung elang kuning Amerika ini adalah seperempat kilogram dan ia setiap kali terbang selama satu jam ia menghabiskan 0.6% dari berat badannya. Kalau dihitung-hitung, maka seharusnya ia sudah kehabisan tenaga dan jatuh ke laut 1.000 kilometer sebelum ia sampai ke tujuannya. Tetapi itu tidak terjadi karena burung-burung itu terbang dalam formasi V dan bergantian mengambil posisi di depan, sehingga mereka bisa menghemat tenaga mereka.''

Burung elang kuning mengikuti petunjuk yang diberikan Allah kepadanya. Tanpa memakai kompas dan rencana penerbangan, ia terbang melewati malam gelap dan mendung yang pekat. Dan meski burung-burung yang masih muda belum pernah terbang ke Hawaii, mereka masih bisa tetap menemukan jalan ke pulau di tengah lautan yang luas itu. Ini tidak terjadi secara kebetulan. Mereka mengikuti petunjuk Allah dan menyanyikan pujian bagi Dia.

Bukankah kita juga harus melakukan hal yang sama?

Perintah-perintah yang sangat baik dari Allah ada di dalam Alkitab. Barangsiapa mentaatinya akan sampai ke tujuan dengan selamat.


Tokoh: Narator, pembicara

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 09:10 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)