STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 047 (Arsonist 6)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

47. Pembakar 6


Di hari Minggu sore, TiFam duduk di luar rumahnya dan memperhatikan matahari mulai tenggelam di balik perbukitan di Haiti. Ia juga merasa bahagia karena ia baru menjadi anak Allah. Ayahnya, sang dukun, Orestil, sudah merampas Alkitab miliknya dan merobek-robeknya. Tetapi ia yakin bahwa ayahnya tidak akan bisa merampas Tuhan Yesus, karena Tuhan Yesus sudah ada di dalam hatinya. TiFam tidak merasa marah kepada ayahnya, yang duduk di bagian lain dari halaman rumahnya, menghangatkan badannya di dekat perapian. TiFam tetap mengasihi ayahnya. Apakah ayahnya sudah tahu berita yang terbaru di desanya?

TiFam: “Ayah, Victor datang setiap hari Minggu sore ke desa kita untuk berbicara tentang Yesus.”

Orestil: “Jangan sampai dia berani-berani melakukannya.”

Orestil menggerutu sendiri, tetapi tidak mengatakan bahwa ia mendengar sesuatu ketika ia berada di belakang gereja tadi paginya. Ia selalu memikirkan apa yang dikatakan oleh Victor di sana.

Victor: “Yesus mengubahkan kehidupanku. Aku dahulu takut kepada roh-roh dan melayani mereka. Tetapi setelah aku mendengar tentang kasih Allah, aku menjadi percaya. Sekarang aku merasakan sukacita dan tahu bahwa Yesus selalu menyertai aku. Aku tidak akan pernah ditinggalkan sendirian.”

Orestil pergi ke gubug kecil yang dipakai untuk menyembah roh-roh.

Orestil: “Wahai roh-roh, tunjukanlah kuasamu. Turunkan api ke atas gereja dan bakar rumah itu sampai habis. Apakah aku harus membantumu?”

Di tengah malamnya, Orestil membawa kayu dengan api yang menyala ke bangunan gereja. Ia tertawa dan berusaha untuk membakar atap gereja yang terbuat dari jerami.

Tiba-tiba, ada tangan yang kuat menarik tangannya. Sang dukun itupun terjatuh.

Orestil: “Victor, dari mana kamu?”

Victor: “Yesus mengutusku untuk berbicara denganmu. Ia mengasihimu.”

Orestil: “Bisakah Dia tetap mengasihi aku? Aku menyembah roh-roh, berbohong, aku pernah mau membunuhmu, dan sekarang aku berusaha membakar gereja. Aku bahkan sudah merobek-robek Alkitab milik TiFam. Apakah Dia masih bisa mengasihi aku?”

Victor: “Untuk setiap dosa yang kau lakukan itu, Yesus sudah mati di kayu salib. Ia akan mengampunimu.”

Orestil: “Aku menyesali apa yang sudah aku lakukan. Aku ingin memiliki damai sejahtera dan aku mau menjadi anak Allah sekarang juga.”

Dukun itu sangat bersungguh-sungguh. Ia membakar semua patung-patung keramatnya dan memulai kehidupan yang baru. Semua orang yang bisa melihat keceriaan di wajah Orestil ikut merasakan sukacita itu. Tetapi yang paling senang tentu saja TiFam.

Yesus adalah Pemenang, di Haiti dan di dalam kehidupan kita. Ia menerima semua orang yang datang kepada-Nya dan yang mau menjadi anak Allah. Karena “semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah” (Yohanes 1:12); itulah yang dikatakan di dalam Alkitab.


Tokoh: Narator, TiFam, Orestil, Victor

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 08:58 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)