STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 048 (Small man – big cheat)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

48. Orang laki-laki kecil – kecurangan besar


(Suara orang banyak berbicara)

Zakheus: “Minggir! Biarkan aku lewat!”

Laki-laki: “Mengapa engkau mendesak-desak? Semua orang datang ke sini.”

Zakheus: “Tetapi aku tidak bisa melihat apa-apa.”

Laki-laki: “Diamlah dan pergi saja dari sini.”

Ia tidak bisa lewat. Semua orang mengenalnya. Tetapi tidak ada orang yang suka kepadanya. Ia memiliki rumah yang bagus dan pakaian yang indah-indah. Ia memang berperawakan agak pendek, tetapi ia sangat kaya. Semua orang tahu bahwa ia mendapatkan uangnya dengan cara yang tidak jujur. Namanya memang berarti “tidak bersalah” tetapi ia sebenarnya adalah penjahat besar, walaupun tubuhnya kecil, Zakheus.

Ia adalah pemimpin dari kantor pajak di Yerikho. Siapa saja yang mengimport barang harus membayar pajak disana. Tetapi Zakheus tidak menjalankan tugasnya sesuai peraturan. Ia menarik lebih banyak uang daripada yang seharusnya. Pemimpinnya di Roma sama sekali tidak melakukan apa-apa terhadap pelanggarannya, sehingga Zakheus bisa melakukan apapun yang ingin dilakukannya. Melalui semuanya itu, Tuan Tidak Bersalah sudah menjadikan dirinya sangat bersalah.

Zakheus memiliki banyak sekali uang, tetapi ia tidak memiliki kebahagiaan. Suatu hari sesuatu yang sangat luar biasa terjadi di Yerikho: Yesus datang ke kota itu!

Zakheus, orang pendek itu, tidak mau kehilangan kesempatan untuk melihat Yesus, tetapi orang-orang lain menutupi pandangannya. Memanjat pohon—ah, itu ide yang sangat bagus. Dengan cepat ia memanjat ke atas sebuah pohon. Pandangan dari atas pohon jelas sekali. Yesus datang! Ia semakin mendekat dan semakin mendekat. Bayangkan keterkejutan Zakheus: Yesus berhenti dan berdiri tepat di bawah pohon yang dipanjatnya. Jantung Zakheus berdegup kencang. Yesus memandang keatas. Ia memandang langsung ke arahnya. Bagaimana Yesus bisa tahu kalau dia ada di situ? Yesus kemudian berkata kepadanya,

Yesus: “Zakheus, turunlah dari atas pohon itu. Aku akan mengunjungi rumahmu hari ini.”

Zakheus langsung melakukan apa yang dikatakan Yesus kepadanya—ia langsung turun dari pohon itu. Dengan sangat gembira ia membawa Yesus ke rumahnya. Tetapi orang-orang lain menjadi marah dengan kejadian itu.

Laki-laki: “Yesus mengunjungi rumah orang itu? Tidakkah Yesus tahu bahwa dia itu seorang yang sangat jahat?

Ya, Yesus tahu. Meski demikian, Yesus tetap mengasihi Zakheus. Zakheus mengenal Yesus dan kemudian ia mengakui segala kesalahannya.

Zakheus: “Tuhan Yesus, aku berjanji kepada-Mu: aku akan memberikan setengah dari hartaku kepada orang-orang miskin. Dan dari siapapun aku mencuri, aku akan mengembaliannya empat kali lipat.”

Yesus: “Zakheus, sekarang engkau sudah diselamatkan, karena Aku datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Yesus juga mau datang ke dalam kehidupanmu. Undangah Dia masuk ke dalam hidupmu dan sampaikan kepada-Nya apa yang mengganggu pikiranmu. Ia akan menata kehidupanmu.


Tokoh: Narator, Zakheus, Yesus, laki-laki

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on March 05, 2018, at 11:45 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)