STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 011 (Jesus is born)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

11. Yesus telah lahir


(Suara-suara langkah kaki)

Utusan sang raja: “Hai kalian penduduk Nazaret! Berkumpullah di sini dan dengarkanlah perintah sang raja! Kita akan mengadakan sensus. Semua penduduk kerajaan harus kembali ke kampung halaman masing-masing untuk didaftarkan di sana. Memang ini akan merepotkan. Tetapi setelah kalian didaftarkan, kalian boleh kembali ke sini lagi. Taati perintah ini! Ingat: Raja kita adalah raja yang sangat tegas.”

Semua penduduk Nazaret gelisah. Beberapa di antara mereka bahkan merasa marah. Perintah sang raja itu sama sekali tidak sesuai dengan rencana mereka; tetapi sebenarnya perintah itu sesuai dengan rencana Allah.

Bahkan Maria dan Yusuf juga harus bersiap-siap untuk perjalanan yang jauh itu. Yusuf adalah keturunan Raja Daud, dan itu sebabnya ia harus kembali ke Betlehem, kampung halamannya.

Perjalanan memang kedengarannya menyenangkan, tetapi tentu saja sama sekali tidak menyenangkan kalau harus berjalan kaki sejauh 200 kilometer!

Bagi Maria, perjalanan ini terasa sangat berat karena ia sedang hamil anaknya yang pertama. Ia sudah tahu bahwa ia akan menjadi ibu dari Anak Allah, karena seorang malaikat sudah memberitahukan kepadanya dan kepada Yusuf tentang kabar baik itu.

Yesus, sang Juruselamat dunia—inilah rencana yang sangat indah dari Allah.

Perjalanan ke Betlehem rasanya tidak kunjung sampai. Padahal mereka sudah berjalan selama lima hari. Kalau bukan karena sensus itu, Maria dan Yusuf tidak akan mengadakan perjalanan ke sana. Tetapi memang hal itu adalah bagian dari rencana Allah dan itulah sebabnya mereka taat.

Di Betlehem mereka harus menghadapi kekecewaan.

Penjaga penginapan: “Tidak ada yang kosong. Semua kamar sudah terisi. Coba tanya di tempat lain, tidak ada kamar bagi kalian di sini.” Semua penginapan yang lain juga sudah penuh, pintu tertutup untuk mereka.

Akhirnya mereka menemukan sebuah tempat untuk menginap di sebuah kandang.

Dan kandang itu ada di dalam rencana Allah juga.

Di sana, di tengah malam itu, sebuah mujizat terjadi.

Yesus lahir. Maria mengambil Yesus, membalut-Nya dengan kain dan membaringkan-Nya di palungan.

Rencana Allah sudah digenapi.

Bayangkan, 700 tahun sebelum hal itu terjadi, Allah sudah berjanji bahwa Mesias akan dilahirkan di Betlehem.

Allah sangat mengasihi dunia sehingga Ia menggenapi rencana-Nya dan memberikan Anak-Nya bagi kita.


Tokoh: Narator, utusan sang raja, penjaga penginapan

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 08:06 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)