STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 123 (The runaway)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

123. Seorang pelarian


Laki-laki itu lari dengan cepat di jalanan kecil itu, beberapa kali kakinya terantuk batu dan tergores oleh duri-duri semak di pinggir jalan.

Onesimus (terengah-engah): "Aku harus lari dari sini. Aku sudah tidak tahan lagi. Aku tidak mau lagi bekerja keras seperti itu setiap hari. Aku mau memulai kehidupan yang baru. Jauh, jauh sekali dari sini. Tetapi aku harus berhati-hati agar tidak tertangkap."

Budak yang melarikan diri akan dihukum dengan sangat keras. Mereka bisa saja diberi tanda dengan membuat cap di badan memakai besi panas, atau dijadikan umpan untuk binatang buas. Mengingat saja tentang hukuman itu sudah membuat Onesimus lari dengan lebih cepat lagi.

Namanya sendiri berarti, "berguna". Apakah nama itu cocok disandang oleh seseorang yang sudah mencuri dan kemudian melarikan diri?

Onesimus bermimpi tentang suatu kehidupan yang baru di negeri asing. Ia ingin bersembunyi di kota Roma. Tetapi siapa yang menyangka bahwa di kota besar itu, Onesimus kemudian justru bertemu dengan sahabat dekat dari tuannya?

Paul: "Wah, Onesimus, kamu melarikan diri."

Onesimus: "Aku ingin menjalani kehidupan yang berarti dan bukan hanya menjadi seorang budak saja."

Paul: "Lalu? Apakah kamu bahagia dengan hidupmu yang baru?"

Onesimus: "Sebenarnya, aku membayangkan tentang kehidupan yang jauh berbeda. Kalau saja aku tidak melarikan diri. Dan kemudian ada masalah juga dengan uang ... Tetapi rasanya keadaanku sekarang tidak terlalu buruk."

Paul: "Onesimus, engkau mencari kehidupan yang baru di tempat yang salah."

Di Roma itulah Onesimus memahami bahwa kehidupan yang baru hanya bisa ditemukan di dalam Yesus. Yesus saja yang mengampuni dosa-dosa kita dan menjadikan kita manusia baru. Pernahkah kamu berharap untuk memulai semuanya dari awal lagi? Yesus akan memberikan kehidupan yang baru kepadamu. Ia memberikannya kepada setiap orang yang mengakui dosanya dan yang menaruh kepercayaan kepada-Nya.

Onesimus menerima kehidupan yang baru itu. Tetapi apa langkah selanjutnya?

Paul: "Yang terbaik untukmu adalah engkau kembali kepada Filemon, tuanmu."

Onesimus: "Kembali ke sana?"

Paul: "Jangan takut. Aku akan menuliskan surat yang bisa kau sampaikan kepadanya. Ia sahabatku. Ia mengasihi Yesus dan ia akan menerima engkau kembali dengan senang hati."

Dan kemudian, Onesimus sungguh-sungguh kembali.

Filemon: "Engkau sudah kembali. Kami semua mencari engkau."

Onesimus: "Aku membawa surat ini untuk Tuan."

Filemon: "Filemon yang terkasih, aku mengirim Onesimus kembali. Ia sudah memulai hidup yang baru di dalam Yesus. Kalau ia membuat engkau dirugikan dengan cara apa saja, aku yang akan membayarnya dan melunasi semuanya. Dari Paulus."

Onesimus diterima kembali dengan hangat dan tinggal bersama Filemon dengan senang hati. Melalui Yesus ia sudah menemukan kehidupan yang baru di tempat yang lama.


Tokoh: Narator, Onesimus, Paulus, Filemon

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 01:28 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)