STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 111 (A promise is a promise)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

111. Janji adalah janji


Musuh Pertama: "Menyerahlah! Kami sudah mengalahkanmu!"

Musuh Kedua: "Jangan percaya kepada apa yang dikatakan rajamu kepadamu. Ia berdusta kepadamu!"

Musuh Pertama: "Raja kami Sanherib adalah Raja yang terhebat!"

Musuh Kedua: "Haha ... kamu adalah pecundang, dan bukan prajurit pemberani!"

Musuh Pertama: "Dan kalau kamu berharap kepada Allahmu, maka tamatlah riwayatmu!"

Musuh dari bangsa Asyur mengepung kota Yerusalem dengan membawa 200,000 pasukan.

Orang-orang yang berada di dalam tembok kota terdiam. Raja Hizkia tahu bahwa ia sama sekali tidak mungkin bisa menang. Tetapi ia memiliki senjata andalan yang tidak diketahui oleh musuhnya. Senjata ampun yang selalu menang.

Senjata itu tidak bisa ditemukan di dalam gudang senjata, tetapi bisa ditemukan di dalam hatinya: iman kepada Allah. Barangsiapa memiliki senjata ini tidak perlu takut kepada musuh.

Utusan Hizkia: "Raja Hizkia, ada surat dari Raja Sanherib."

Hizkia: "Jangan takut. Allah di pihak kita. Percaya kepada-Nya!"

Hizkia mengambil surat itu, lalu membawanya ke Bait Allan dan berdoa:

Hizkia: "Tuhan, Engkaulah Allah kami. Engkau sajalah Raja kami. Selamatkanlah kami agar kami semua melihat bahwa Engkaulah Allah yang hidup."

Beberapa orang berpikir bahwa ketika seseorang percaya kepada Allah, maka hidupnya menjadi mudah. Tetapi Alkitab tidak mengajarkan demikian. Allah mengijinkan hal-hal yang sulit datang ke dalam kehidupan kita. Semua itu adalah ujian untuk melihat apakah kita sungguh-sungguh percaya kepada-Nya.

Hizkia lulus dalam ujian ini dan Allah mengatakan kepadanya, Demikianlah firman Tuhan Allah:
Aku sudah mendengar doamu. Musuhmu tidak akan bisa menembakkan satu anak panahpun ke dalam kota ini.

Benarkah demikian? Tidak satu anak panahpun?

Keesokan harinya semua orang merasa yakin akan apa yang terjadi.

Laki-laki: "Lihat itu! Musuh sudah dikalahkan!"

Laki-laki: "Mayat bergelimpangan dimana-mana. Siapa yang mengalahkan musuh kita?"

Di dalam Alkitab dituliskan bahwa Allah yang mengutus malaikat di malam itu. Dan malaikat itu membunuh 185.000 orang pasukan musuh. Inilah sebabnya tidak satupun anak panah ditembakkan ke dalam kota.

Jika Allah berjanji, Dia menggenapi.

Kita bisa sepenuhnya percaya kepada-Nya, sebagaimana yang dikatakan di dalam Alkitab dalam Mazmur 33 ayat 4:

"Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan."

Bacalah kepada Firman Allah dan percayalah. Maka engkau juga akan mengalami pengalaman Hizkia bahwa Allah tetap sama hari ini sebagaimana di masa lalu. Jika Allah berjanji, Dia menggenapi.

Kalau kamu tidak memiliki Alkitab, tuliskanlah kepada Kakak. Nanti Kakak akan kirimkan Alkitab sebagai hadiah.


Tokoh: Narator, dua orang musuh, Hizkia, utusan Hizkia, laki-laki

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 01:05 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)