STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 110 (Only 8 and already King)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

110. Baru berusia 8 tahun dan sudah menjadi raja


(suara gaduh orang banyak)

Kesepakatan untuk melawan Raja Amon.

Namanya berarti setia dan bisa diandalkan. Tetapi ia sama sekali bukan orang yang demikian. Khususnya dalam hubungannya dengan Allah. Ia menyembah patung-patung yang terbuat dari kayu dan batu. Penyembahan berhala adalah penghinaan kepada Allah.

Hamba: "Kita harus membunuhnya. Dia ada di dalam kamarnya."

(suara pintu terbuka, kegaduhan, orang berteriak)

Raja Amon dibunuh oleh hamba-hambanya sendiri. Dan anaknya menjadi Raja yang baru.

Pernahkah kamu mendengar kisah tentang Yosia? Ia menjadi Raja ketika ia berusia 8 tahun.

Apakah ia akan menghina Allah seperti yang dilakukan ayahnya? Atau apakah dia akan mengasihi Allah?

Alkitab menjelaskan tentang kehidupannya dengan cara yang luar biasa indah: Yosia melakukan apa yang benar di mata Allah.

Apakah itu juga menjelaskan tentang kehidupanmu? Ini bisa menjadi moto hidupmu juga, karena Yesus mengampuni semua yang kita lakukan yang tidak berkenan kepada Allah. Kamu bisa meminta pengampunan dari-Nya. Ia akan mendengarkan permintaanmu.

Yosia mengasihi Allah. Dan ketika ia bertambah dewasa, ia menghancurkan semua berhala di negaranya. Semua yang menyakiti hati Allah dihancurkannya.

Bukankah kamu juga harus membersihkan hidupmu? Bagaimana dengan video-video dan majalah-majalah yang jorok. Bagaimana dengan hal-hal yang kamu sembunyikan di bawah tempat tidur atau di dalam lemari yang menyedihkan hati Allah?

Yosia membereskan semuanya dengan baik. Ia melakukannya dengan senang hati karena ia mengasihi Allah.

Yosia: "Lihat Bait Allah ini. Rumah Allah ini lebih mirip seperti gudang. Ini suatu penghinaan kepada Allah. Belilah bahan-bahan bangunan dan mulai bekerja memperbaikinya!" (suara orang membangun)

Imam: "Lihat apa yang aku temukan. Gulungan kitab ini teronggok di sudut sebelah sana. Mari kita membawanya kepada Raja Yosia."

Firman Allah, Alkitab, teronggok di sudut begitu saja. Tidak heran kalau Allah tidak mendapat tempat yang semestinya di dalam kehidupan mereka.

Imam: "Raja Yosua, kami menemukan gulungan kitab-kitab ini di antara tumpukan di sudut sana."

Raja Yosia: "Baca keras-keras."

Sang Raja mendengar apa yang dilakukan oleh Allah kepada orang-orang yang tidak mengasihi Dia dengan segenap hati mereka. Dengan sangat terkejut, sang Raja duduk di tanah dan mulai menangis. Ia sangat menyesal karena melihat bangsanya sudah sangat menyakiti hati Allah.

Tidak lama kemudian, Allah berfirman kepadanya:

Allah: "Aku mau menghukum bangsa ini. Tetapi karena apa yang engkau lakukan, aku akan mengampuni kamu."

Raja Yosia mengundang anak-anak dan orang-orang dewasa untuk melayani, dan meminta mereka untuk mengasihi Allah serta mengutamakan Dia di dalam kehidupan mereka.

Maukah engkau menerima undangan ini?


Tokoh: Narator, hamba, Yosua, Imam, Allah

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 12:05 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)