STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 097 (Whoever won’t listen 1)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

97. Siapapun yang tidak mau mendengarkan 1


(suara orang bekerja dengan palu)

Laki-laki pertama: "Wah, dia sudah mulai lagi."

Perempuan: "Semakin lama aku menjadi semakin jengkel dengannya."

Laki-laki kedua: "Dia orang yang paling aneh sepanjang masa. Dia mengatakan bahwa hujan akan turun. Dia mengatakan bahwa Allah yang memberitahukan hal itu kepadanya."

Allah memang sungguh-sungguh mengatakan demikian kepada Nuh.

Allah berbicara: "Aku sudah membuat keputusan. Aku akan memusnahkan semua manusia yang hidup di atas bumi ini. Pikiran dan perbuatan mereka sudah menjadi sangat jahat."

Nuh adalah satu-satunya manusia yang mau mencari Allah. Dia membutuhkan keberanian yang besar untuk melakukan hal itu. Dia tidak mau membiarkan dirinya terpengaruh oleh kejahatan. Ia tetap teguh dalam iman dan melakukan semua yang diperintahkan oleh Allah kepadanya. Allah sangat senang atas apa yang dilakukan Nuh.

Allah berbicara: "Nuh, buatlah sebuah bahtera dari kayu. Aku akan menurunkan banjir yang sangat besar. Semua makhluk hidup di atas bumi ini akan tenggelam. Tetapi Aku akan menyelamatkan engkau dan isterimu dan anak-anakmu laki-laki beserta dengan isteri mereka."

Nuh melakukan semua yang diperintahkan Allah kepadanya. Ia dan anak-anaknya membuat bahtera seperti yang diperintahkan oleh Allah. Panjangnya sekitar 166 meter, lebarnya sekitar 25 meter dan tingginya sekitar 14 meter. Atapnya dipasang dan di dalamnya dibuat menjadi tiga tingkat yang kemudian dibagi menjadi beberapa ruangan. Bahtera itu memiliki satu pintu dan satu jendela di bagian atasnya. Lalu bahtera itu ditutup dengan pakal di bagian luar dan juga di bagian dalamnya.

Bisakah kamu membayangkan bagaimana ejekan yang mereka terima dari tetangga-tetangga mereka?

Laki-laki pertama: "Nuh sudah gila. Darimana dia mau mendapatkan air untuk membuat perahunya mengapung?"

Laki-laki kedua: "Aku belum pernah melihat ada hujan di tempat kita. Nuh, berhentilah dan nikmati saja hidupmu."

Tetapi Nuh tidak mau berhenti. Ia tetap saja melakukan apa yang diperintahkan Allah kepadanya. Setelah beberapa tahun bekerja keras, akhirnya mereka berhasil menyelesaikan pembuatan bahtera itu.

Allah berbicara: "Nuh, masuklah ke dalam bahtera itu bersama dengan seluruh keluargamu. Masukkan juga sepasang dari semua binatang ke dalam bahtera itu dan siapkan juga makanan secukupnya untuk mereka. Satu minggu lagi, dan aku akan menurunkan hujan yang sangat deras selama 40 hari dan 40 malam.''

Nuh belum melihat hujannya, tetapi ia terus melakukan semua yang diperintahkan Allah kepadanya. Ia dan seluruh keluarganya masuk ke dalam bahtera. Lalu binatang-binatang mulai berdatangan. Nampaknya mereka tahu apa yang akan terjadi kemudian.

Mereka semua masuk melalui pintu yang sama, yang ada di bagian atas bahtera.

Lalu Allah sendiri yang menutup pintu bahtera itu. Ia yang menyelamatkan semua orang yang percaya dan taat kepada-Nya.

Bagaimana dengan orang-orang lainnya? Mereka tidak percaya kepada Allah.

Tetes-tetes hujan mulai turun. Dan kemudian orang banyak yang berada di luar bahtera mulai menyadari bahwa Allah memang akan menggenapi semua yang dikatakan-Nya.

Aku akan menceritakan kepadamu apa yang terjadi berikutnya di dalam kisah selanjutnya.


Tokoh: Narator, dua orang laki-laki, perempuan, Allah

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 11:27 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)