STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 016 (So courageous 2)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

17. Sangat Berani 2


Hujan turun dengan derasnya. Luar biasa! Hanya dalam beberapa hari saja halaman, kebun, ladang dan taman sudah pulih kembali dari masa kekeringan yang panjang.

Siapa yang menurunkan hujan? Siapa yang memelihara sehingga semuanya tetap hidup dan tumbuh?

Di Israel ada masa dimana hampir semua orang lupa bahwa hanya ada satu Allah saja, dan bahwa Dialah yang menurunkan hujan dan membuat matahari bersinar cerah. Orang-orang itu justru membuat ilah-ilah dari kayu dan batu. Salah satu dari ilah itu bernama Baal, dan orang Israel pada masa itu percaya bahwa mereka akan mendapatkan panenan, buah-buahan dan ternak dari patung ilah yang mati itu.

Orang yang bertanggungjawab atas berkembangnya kepercayaan yang palsu ini adalah Raja Ahab.

Dan semuanya dimulai ketika ia menikah dengan seorang wanita yang salah. Isabel berasal dari bangsa yang tidak mengenal Allah yang esa itu. Ia dibesarkan dalam agamaya, yang menyembah Baal, dan ia membawa serta agamanya itu ke Israel. Raja Ahab juga membiarkan dirinya dipengaruhi dan diyakinkan untuk menyembah Baal, dan akibatnya seluruh bangsa itu mengikuti apa yang dilakukan Raja Ahab.

Tidak, ternyata tidak semuanya. Elia tidak mau melakukannya. Ia menjadi salah satu orangyang tetap setia kepada Allah yang benar.

Suatu hari ia berdoa:

Elia: “Ya Allah, janganlah turunkan hujan selama tiga tahun, supaya seluruh bangsa ini akan mengetahui bahwa hanya Engkau saja Allah yang bisa memberikan hujan dan membuat semuanya tumbuh.”

Elia sangat yakin bahwa Allah akan menunjukkan kepada semua orang bahwa hanya Dia sajalah Allah. Dengan bergegas, ia mendatangi istana raja Ahab. Tanpa pemberitahuan sebelumnya ia langsung masuk ke ruang utama sang raja sampai ia mendekati ruang tahta dimana Raja Ahab duduk.

Tanpa rasa takut ia berdiri di hadapan sang raja dan berkata,

Elia: “Raja Ahab, demi Allah yang hidup, dalam tiga tahun yang akan datang tidak akan turun hujan satu tetespun. Dengan demikian engkau akan tahu bahwa hanya ada satu Allah yang hidup.”

Dan sebelum Ahab bisa menjawab sepatah katapun, Elia sudah pergi dari sana. Kemudian bagaimana?

Kamu bisa mengetahuinya kalau kamu mendengarkan drama selanjutnya.


Tokoh: Narator, Elia

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 08:17 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)