STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 156 (Esther – star of the East 1)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

156. Ester – bintang dari Timur 1


Anak perempuan: “Kamu kenal aku? Namaku adalah Hadassah. Aku hidup di Kerajaan Persia. Tetapi aku pendatang di sini. Orangtuaku sudah meninggal. Aku bahkan sudah tidak ingat lagi wajah mereka. Mordekhai, seorang saudaraku, menampung aku di rumahnya. Ia menjadi ayah angkat yang sangat baik. Kami tinggal di kota besar bernama Susa. Di sini, semua orang memanggil aku Ester. Nama Persiaku itu berarti ‘bintang dari timur’.”

Akan yatim piatu yang tidak dikenal, tetapi sangat cantik dan cerdas itu tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari ia akan sungguh-sungguh bersinar seperti bintang dan akan menjadi sangat terkenal.

Ester menjadi seorang ratu. Kisahnya tertulis di dalam Alkitab.

Raja Ahasyweros yang sangat berkuasa memilih Ester menjadi ratunya. Dari antara semua gadis-gadis di kerajaannya, sang Raja paling suka kepada Ester. Ia sendiri yang meletakkan mahkota di atas kepala Ester dan kemudian mengadakan pesta perjamuan besar.

Pada hari perjamuan itu sang raja memutuskan tidak akan menarik pajak apapun atas seluruh rakyat kerajaannya, dan bahkan ia yang memberikan hadiah kepada mereka.

Pasti tidak kebetulan bahwa Ester menjadi seorang ratu pada waktu itu. Aku yakin bahwa Allah yang mempengaruhi pengambilan keputusan oleh Raja Ahasyweros.

Ester percaya kepada Allah sang Penguasa alam semesta, yang mengarahkan hati sang Raja dalam keputusan ini.

Ester membawa sebuah rahasia ke dalam istana. Tidak ada seorangpun yang tahu kalau dia seorang Yahudi. Ayah angkatnya melarang dia menceritakan hal itu kepada siapapun. Ia taat kepada ayah angkatnya dan tidak pernah menceritakan rahasia itu.

Mordekhai juga bekerja untuk sang Raja. Suatu hari ia menyaksikan ada persekongkolan yang dilakukan oleh dua orang hamba Raja untuk melawan sang Raja. Mereka berencana membunuh sang Raja.

Mordekhai menceritakan hal itu kepada Ratu Ester dan Ratu Ester langsung melaporkannya kepada sang Raja.

Persekongkolan jahat itu terbongkar dan orang-orang yang bersalah langsung mendapatkan hukuman.

Raja Ahasyweros memerintahkan panitera kerajaan untuk menuliskan peristiwa itu di dalam catatan Kerajaan, dan panitera itu menuliskannya.

Tidak lama kemudian, seorang laki-laki yang sangat jahat masuk ke dalam istana.

Orang yang sombong dan sangat licik itu bernama Haman. Ia berhasil mendapatkan jabatan yang sangat tinggi karena belas kasihan sang Raja.

Haman menjadi orang yang paling berkuasa nomer dua di seluruh kerajaan Persia.

Tetapi ia juga seorang yang memiliki sebuah rancangan yang sangat jahat di dalam hatinya.

Kamu bisa mengetahui tentang rencananya itu dalam kisah berikutnya.


Tokoh: Narator, anak perempuan

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 02:36 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)