STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 101 (Well-hidden 1)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

101. Persembunyian yang aman 1


Patrick berjalan dengan sangat gembira ke tempat pertemuan pelayanan anak. Kami sampai tertawa ketika dengan bangga ia mengatakan: Aku punya adik bayi.

Dahulu sekali di Mesir, Miriam juga merasa sangat bahagia karena ia baru saja memiliki seorang adik bayi. Bayi yang sangat lucu! Tetapi Miriam tidak bisa menceritakan tentang bayinya itu kepada siapapun. Ibunya harus menyembunyikan adik bayi itu karena perintah raja Firaun yang mengerikan.

Firaun: "Jumlah penduduk bangsa Israel terus saja bertambah banyak. Aku khawatir nanti mereka akan menjadi musuh kita. Aku memerintahkan kepada rakyatku: setiap kali seorang perempuan Israel melahirkan anak laki-laki, kamu harus langsung melemparkan bayi itu ke dalam Sungai Nil."

Perintah pembunuhan yang mengerikan sekali! Tidak cukupkah Firaun memaksa bangsa Israel untuk menjadi budak-budaknya?

Tetapi orang tua dari bayi laki-laki kecil itu percaya kepada Allah dan menyembunyikan anak mereka selama tiga bulan. Dan tangan Allah yang tidak kelihatan melindungi anak kecil itu. Namun setelah ia bertambah besar, orangtuanya tidak bisa lago menyembunyikannya.

Miriam: "Ibu, untuk apa daun ilalang itu?"

Mother: "Ibu mau menganyamnya menjadi keranjang. Nah sekarang, tinggal membuat tutupnya. Bisakah kamu ambilkan tempat aspal itu?"

Miriam: "Untuk apa aspal itu, Ibu?"

Mother: "Untuk melapisi agar keranjangnya tahan ait. Miriam, kita harus melepaskan harta yang sangat berharga ini."

Miriam: "Apa yang akan Ibu lakukan kepada adik bayi?"

Mother: "Ibu mau memasukkan dia ke dalam keranjang ini dan kemudian meletakannya di antara rumput-rumput yang tinggi di tepi Sungai Nil."

Miriam: "Lalu?"

Mother: "Kemudian kita akan menunggu dan melihat bagaimana tangan Allah yang tidak kelihatan itu akan melindungi dia."

Dengan perlahan-lahan mereka berjalan menuju ke sungai. Tidak mudah bagi sang Ibu untuk melepaskan anak bayinya, tetapi ia melakukannya karena ia percaya kepada Allah.

Mother: "Miriam, bersembunyilah di balik rumput yang tinggi dan awasi apa yang akan terjadi. Ibu tidak boleh kelihatan di sini, jadi Ibu akan menunggu di rumah."

Tidak lama kemudian, ada seseorang yang datang. Putri raja Firaun datang bersama dengan dayang-dayangnya untuk mandi di sungai Nil.

Princess: "Apa itu? Ambilkan keranjang itu."

Jantung Miriam berdetak kencang. Apakah sang Putri Raja akan melemparkan adik bayinya ke dalam sungai? (suara bayi menangis)

Princess: "Ini bayi laki-laki Israel. Aku sangat kasihan kepadanya."

Miriam keluar dari persembunyiannya.

Miriam: "Bolehkah hamba mencari seorang Ibu yang bisa menyusui bayi itu untuk tuan Putri?"

Princess: "Ide yang bagus sekali. Carikan Ibu yang bisa menyusui bayi ini."

Kamu bisa menebak Ibu yang mana yang dibawa oleh Miriam. Ibunya sendiri yang akan menyusui dan merawat adik bayinya selama beberapa tahun. Mereka bersyukur kepada Allah dengan sepenuh hati, karena tangan-Nya yang tidak kelihatan sudah melindungi mereka dengan cara yang ajaib. Bukankah Allah juga sering melindungi kamu? Ambil waktu sekarang untuk bersukur kepada-Nya atas perlindungan-Nya.


Tokoh: Narator, Firaun, Miriam, Ibu, Putri Raja

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on March 05, 2018, at 12:20 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)