STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 038 (A night in jail)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

38. Semalam di penjara


Tidak, orang-orang yang terpandang itu tidak menyukainya. Wajah mereka cemberut, kening mereka berkerut, dan ada iri hati di mata mereka.

Orang Farisi pertama: “Sampai kapan kita bisa membiarkan hal ini terjadi?”

Orang Farisi kedua: “Aku setuju; kita harus melarang mereka berbicara tentang Yesus.”

Orang Farisi pertama: “Kalau dibiarkan, tidak lama lagi semua orang akan percaya bahwa Allah memang membangkitkan Yesus dari kematian.”

Orang Farisi kedua: “Mari kita tangkap saja para pimpinan mereka.”

Demikianlah gayanya orang-orang Farisi, bertindak seolah-olah mereka yang paling benar sendiri. Dahulu mereka mendorong untuk menyalibkan Yesus, dan sekarang mereka menyuruh para saksi Kristus untuk berhenti menceritakan tentang Yesus. Para penjaga Bait Suci berlari ke arah orang banyak yang sedang berkumpul. Mereka menangkap dan menahan Petrus dan Yohanes, dan memenjarakan mereka semalaman.

Keesokan paginya mereka diinterogasi:

Hakim: “Siapa yang menyuruh kami berkhotbah seperti itu? Bagaimana caranya kamu melakukan mujizat, seperti menyembuhkan orang yang lumpuh itu?”

Petrus menahan dirinya agar tidak ketakutan. Dengan berani ia menjawab:

Petrus: “Bapak menahan kami karena kami menolong orang yang lumpuh. Mujizat itu terjadi melalui iman di dalam Tuhan Yesus, yang sudah disalibkan, dan yang sudah dibangkitkan oleh Allah dari kematian. Hanya Yesus yang bisa membawa keselamatan kepada manusia—selain Dia, tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa melakukannya.”

Para hakim menjadi sangat terkejut melihat keberanian Petrus dan saling berbicara sendiri tentang keputusan apa yang harus dibuat terhadap Petrus dan Yohanes.

Hakim: “Apa yang harus kita putuskan mengenai orang-orang ini? Kita tidak bisa menyangkal bahwa orang lumpuh itu memang bisa berjalan; semua orang bisa melihat kenyataan itu.”

Hakim: “Tetapi kita harus mencegah agar orang-orang lain tidak mendengar brita itu. Kita larang saja mereka bercerita tentang Yesus.”

Petrus dan Yohanes dibawa menghadap lagi.

Hakim: “Keputusan untuk kalian, kalian dilarang bercerita lagi tentang Yesus. Kalian mengerti? Kami mengharapkan agar kalian mematuhi larang ini, kalau tidak ...”

Tetapi Petrus menjawab untuk dirinya sendiri dan mewakili Yohanes.

Petrus: “Apakah Bapak-Bapak Hakim mengharapkan kami taat kepada manusia lebih daripada taat kepada Allah? Mustahil untuk kami berdiam diri? Kami sudah mengalami banyak hal bersama dengan Yesus, dan kami diperintahkan untuk menceritakan mengenai Dia kepada orang-orang lain.”

Mereka dipaksa lagi untuk diam dan kemudian mereka dilepaskan.

Kita harus lebih taat kepada Allah dibandingkan kepada manusia. Sama seperti Petrus dan Yohanes.


Tokoh: Narator, dua orang Farisi, dua orang hakim, Petrus

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 08:45 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)