STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 065 (Missing for three days)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali? -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

65. Hilang selama tiga hari


(Suara para peziarah di perjalanan)

Peziarah pertama: "Aku tidak akan melupakan perayaan ini."

Peziarah kedua: "Memang perayaan inisangat luar biasa."

Peziarah pertama "Kita sangat beruntung. Kita memiliki Allah yang memerdekakan kita. Tahun depan aku akan datang lagi ke Yerusalem."

Maria: "Salam. Apakah Bapak melihat anak laki-laki kami?"

Yusuf: "Dia hilang. Anak kami itu berusia 12 tahun."

Peziarah kedua: "Mungkin dia berjalan di depan bersama dengan orang-orang lain."

Maria dan Yusuf mencari Yesus. Ini pertama kalinya Yesus ikut dengan mereka ke Yerusalem. Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba Yesus tidak ada lagi bersama mereka.

Maria: "Yusuf, aku sungguh-sungguh khawatir."

Yusuf: "Kita harus kembali dan mencari Dia lagi di dalam kota."

Mereka bertanya kesana-kemari tentang anak mereka yang berusia 12 tahun itu. Tidak seorangpun melihat Yesus. Setelah tiga hari, mereka akhirnya menemukan Yesus di dalam Bait Allah. Mereka sangat heran, karena Yesus ada di dalam Bait Allah dan Dia sedang berdiskusi tentang Alkitab bersama dengan para guru Alkitab. Mereka juga sangat kagum kepada pertanyaan dan jawaban-jawaban yang diberikan oleh Yesus.

Maria: "Mengapa Engkau ada di sini? Kami mencari Engkau kemana-mana dan kami sangat mengkhawatirkan-Mu."

Yesus: "Mengapa ayah dan ibu mencari aku? Tidakkah ayah dan ibu tahu bahwa Aku harus berada di rumah Bapa-Ku?"

Untuk pertama kalinya, Yesus menyebut Allah sebagai Bapa-Nya dan dengan itu memperkenalkan diri-Nya sebagai Anak Allah.

Dan Yesus, Anak Allah itu, juga pernah menjadi anak-anak seperti kalian. Ia sepenuhnya manusia. Ia juga tertawa dan menangis. Ia makan dan tidur sama seperti kalian. Ia juga harus belajar, seperti kalian. Ia selalu taat kepada orangtua-Nya, seperti yang kalian lakukan. Aku bisa mendengar kalian tertawa! Bukankah memang benar, kalian selalu taat kepada orangtua kalian?

Di dalam Alkitab dikatakan, anak-anak, taatilah orangtuamu. Yesus selalu taat. Ia tidak pernah mengatakan atau melakukan hal yang berdosa. Ia tidak pernah berbohong, tidak pernah mencuri. Ia tidak berdosa. Taat merupakan kesenangan bagi-Nya. Itulah sebabnya Ia kembali bersama dengan Maria dan Yusuf ke Nazaret.

Kalau kalian mau taat kepada Yesus, Ia akan menolongmu untuk mengikuti teladan-Nya. Mintalah kepada-Nya dan Ia akan memberikan pengampunan untuk semua ketidaktaatan-Mu.

Ketika kamu memilih untuk hidup dengan Dia, Ia akan menolongmu menjalani kehidupan yang berkenan kepada Allah.

Ketika Yesus hidup di dalam hatimu, maka membuang sampah atau mencuci piring atau membantu menjemur pakaian bisa menjadi sesuatu yang menyenangan. Coba saja untuk menjalani kehidupan bersama dengan Yesus.


Tokoh: Narator, dua orang peziarah, Maria, Yusuf, Yesus

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 09:36 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)