STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 141 (Up at 5.00 o‘clock 2)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

141. Bangun jam 5 pagi 2


(suara alarm jam)

Pada jam 5 pagi, jam alarm berbunyi. Hudson Taylor bangun.

Anak laki-laki: “Pagi sekali! Mengapa?”

Hudson ingin memiliki banyak waktu supaya ia bisa membaca Alkitab tanpa ada yang mengganggu. Itu adalah latihan pertamanya karena ia ingin menjadi seorang missionaris. Di samping itu, ia juga mau berolahraga agar ia bisa menjadi lebih sehat.

Itu terjadi sekitar 150 tahun yang lalu. Hudson Taylor mengasihi Yesus, dan ingin menjadi seorang missionaris.

(suara pintu diketik)

H. T.: “Selamat pagi Pak Pendeta. Bisakah Bapak meminjamkan buku tentang Cina kepadaku?”

Pendeta: “Mengapa buku tentang Cina?”

H. T.: “Yesus ingin agar aku menjadi seorang missionaris ke sana.”

Pendeta: “Lalu bagaimana caranya kamu sampai ke Cina?”

H. T.: “Aku belum tahu. Aku akan percaya saja kepada Tuhan Yesus. Dia yang akan menolong aku.”

Percaya kepada Yesus sangatlah penting. Kita bisa belajar melakukan hal itu. Hudson Taylor membuat sebuah kesepakatan dengan Yesus yang akan selalu menolongnya.

H. T.: “Tuhan Yesus, aku hanya akan meminta kepadaMu saja apa yang sungguh-sungguh aku perlukan.”

Hudson bukan orang kaya. Suatu saat, sisa uangnya hanya tinggal 30,000 rupiah saja. Tetapi, ia tetap bersukacita dan tetap rajin mengunjungi orang-orang miskin.

Laki-laki: “Pak, tolonglah datang dan doakan istri saya. Dia sedang sakit.”

Hudson mengikuti laki-laki itu memasuki sebuah ruangan yang sempit dan kotor. Ketika ia melihat ada anak-anak yang sedang kelaparan dan ibu mereka yang sakit, ia berdoa untuk mereka dan memberikan semua uangnya kepada mereka. Ia hanya menyampaikan kepada Tuhan Yesus saja bahwa ia tidak memiliki uang lagi untuk membeli makan siangnya. Dan Yesus menjawab kepercayaan Hudson kepadaNya. Ada mujizat datang di kotak surat: ada kiriman 125,000 rupiah dari orang yang tidak dikenalnya! Dan juga, perempuan yang didoakannya juga mengalami kesembuhan.

Hudson bekerja untuk Dr. Hardey. Ia adalah seorang dokter yang baik, tetapi ia pelupa.

Dr. Hardey: Pak Taylor, apakah saya sudah memberikan gaji Bapak?”

H. T.: “Belum, Pak."

Dr. Hardey: “Aduh, maaf sekali. Saya baru saja menyimpan semua uang di bank. Bapak seharusnya mengingatkan saya tentang gaji Bapak.”

Tetapi itu akan melanggar perjanjiannya dengan Yesus, bahwa ia hanya akan memberitahukan kepada Yesus saja apa yang diperlukannya. Tetapi sekarang, bagaimana ia harus membayar uang sewa rumahnya? Dr. Hardey datang lagi ke ruangan kerja Hudson Taylor.

Dr. Hardey: “Ini gaji Pak Taylor. Ada seorang pasien yang baru saja datang dan langsung membayar tagihannya.”

Dengan cara ini Yesus memperhatikan Hudson. Ia juga akan memperhatikan semua orang yang percaya kepadaNya.

Kemudian Hudson belajar ilmu pengobatan di London. Di rumah sakit universitasnya, sesuatu yang mengerikan terjadi kepadanya. Kamu akan mengetahui apa yang terjadi dalam kisah berikutnya.


Tokoh: Narator, Hudson Taylor, Pendeta, Dr. Hardey, anak laki-laki, laki-laki

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on March 05, 2018, at 12:18 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)