STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 134 (STOP 2)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

134. Berhenti 2


Anak perempuan: “Sekolah Kehidupan bagian 1. Hari ini kita akan memperhatikan tanda berhenti!”

(suara lalu lintas)

Anak laki-laki: “Gila sekali! Ia tetap mengebut walaupun ada tanda berhenti!”

Anak perempuan: “Mungkin dia sangat tergesa-gesa.”

Di dalam Alkitab kita membaca tentang seseorang yang juga sedang tergesa-gesa. Ia adalah seorang yang sulit ditebak. Ia ditakuti oleh semua orang. Ia memiliki rencana untuk membunuh. Dan banyak orang tak bersalah mederita karena dia.

Saulus: “Kita harus melenyapkan semua orang Kristen. Semua orang yang mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Mari kita pergi ke Damsyik.”

Saulus mau menangkap semua orang; laki-laki atau perempuan. Imam Besar sudah memberikan ijin kepadanya.

(suara orang berjalan dengan cepat) Saulus berjalan semakin cepat. Tetapi tiba-tiba ia berhenti.

Suatu cahaya dari langit menyorot ke arahnya.

Yesus: “Saulus! Saulus! Mengapa engkau menganiaya Aku?”

Saulus: “Tuhan, siapakah Engkau?”

Yesus: “Akulah Yesus, yang engkau aniaya. Pergilah ke Damsyik, dan di sana engkau akan mengetahui apa yang Aku kehendaki untukmu.”

Orang-orang yang bersama Saulus juga mendengar suara itu, tetapi mereka tidak melihat siapapun. Ketika Saulus berdiri, ia tidak bisa melihat karena buta. Teman-temannya menuntun Saulus masuk ke dalam kota.

Yesus menghentikan Saulus. Saat itu Saulus memahami bahwa hidupnya sedang menuju ke arah yang salah. Selama ini ia berpikir bahwa ia adalah milik Allah. Tetapi ternyata tidak demikian! Tanpa Yesus, kita sedang berjalan ke arah yang salah. Kita sedang melalui jalan yang tidak membawa kita ke surga. Ini jalan yang sangat berbahaya. Itulah sebabnya Yesus menghentikan Saulus dan juga banyak orang lainnya.

Anak perempuan: “Aku tidak pernah melihat cahaya yang terang seperti itu.”

“Tanda berhenti” dari Allah bisa kelihatan berbeda-beda untuk orang yang berbeda.

Anak laki-laki: “Dalam bentuk kecelakaan atau sakit, misalnya. Bagaimana denganmu?”

“Tanda berhenti” bagiku adalah sebuah khotbah. Allah juga memakai orang-orang lain untuk menjadi tanda berhenti bagi orang-orang lain.

Anak perempuan: “Lalu apa yang terjadi dengan Saulus?”

Saulus mengakui bahwa ia sedang berjalan di jalan yang salah dan kemudian ia berdoa. Tiga hari setelah itu, ada seseorang yang mengunjunginya.

Ananias: “Saudara Saulus, Tuhan Yesus mengutus aku kepadamu agar Saudara bisa melihat lagi. Dipenuhilah dengan Roh Kudus, yang akan memberikan kekuatan kepadamu untuk melalui jalan hidupmu.”

Pada saat itu juga, Saulus bisa melihat lagi.

Anak laki-laki: “Lalu?”

Orang-orang Kristen yang dulu menjadi sasaran Saulus sekarang menjadi sahabat-sahabat terbaiknya. Dan ia juga membawa banyak orang kepada Yesus dan menunjukkan jalan yang benar kepada mereka.


Tokoh: Narator, anak perempuan, anak laki-laki, Saulus, Yesus, Ananias

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 01:56 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)