STORIES for CHILDREN by Sister Farida

(www.wol-children.net)

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Perform a PLAY -- 115 (The greatest Christmas present)

This page in: -- Arabic? -- Aymara -- Azeri -- Bengali -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- Farsi? -- French -- German -- Guarani -- Hebrew? -- Hindi -- INDONESIAN -- Italian -- Korean -- Kyrgyz -- Malayalam? -- Portuguese -- Quechua? -- Romanian? -- Russian -- Serbian? -- Spanish-AM -- Spanish-ES -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek

Previous Piece -- Next Piece

DRAMA -- tampilkan itu di depan teman-temanmu!
Sandiwara untuk ditampilkan oleh anak-anak

115. Hadiah natal terindah


Anak perempuan: "Aku tidak sabar menunggu hari Natal. Daftar keinginanku tahun ini panjang sekali."

Anak laki-laki: "Mudah-mudahan keinginan terbesarku akan terkabul. Aku ingin sekali mendapatkan HP baru."

Kamu harus menunggu lebih lama lagi.

Anak perempuan: "Yah, sayang sekali!"

Syukurlah tidak harus menunggu sangat lama seperti Simeon.

Anak laki-laki: "Siapa itu Simeon?"

Alkitab memperkenalkan tentang dia begini: tidak muda lagi, dan bahkan, sudah sangat tua. Ia hidup di Yerusalem dan setia kepada Allah. Ia harus menunggu sampai 40 tahun—dan mungkin bahkan lebih—sampai keinginan terbesarnya dipenuhi.

Anak perempuan: "Lama sekali! Lalu apa keinginan terbesarnya?”

Ia ingin melihat salah satu janji Allah digenapi.

Allah: "Simeon, engkau baru akan mati setelah engkau melihat Juruselamat dunia."

Meskipun Simeon harus menunggu dan menunggu dan menunggu, ia tidak kehilangan harapan. Karena ia tahu bahwa ia bisa berharap kepada Allah.

Suatu hari ia pergi ke Bait Allah. Dan tepat pada saat itu Maria, Yusuf dan bayi Yesus juga datang. Ketika Simeon melihat bayi itu, ia langsung tahu: inilah Juruselamat yang dijanjikan!

Simeon melihat Yesus. Sekarang keinginan terbesarnya sudah dipenuhi. Itu membuat dia sangat bergembira lebih daripada menerima semua hadiah yang bisa diberikan oleh dunia!

Dengan sangat sukacita ia menggendong bayi itu dan berdoa.

Simeon: "Tuhan, sekarang aku bisa mati dengan tenang, karena Engkau sudah menggenapi janji-Mu. Mataku sudah melihat Juruselamat dunia."

Ada seseorang yang menuliskan lagi tentang Simeon:

(suara musik)

Ada seorang tua, namanya Simeon.

Keinginan terbesarnya digenapi, karena Ia melihat Anak Allah

Datang, datanglah kepadaku, Juruselamat, karena aku membuka pintu

Datang, datanglah kepadaku, Juruselamat, karena aku membuka pintu

Aku tidak tahu kalau keinginanmu juga dipenuhi di hari Natal. Tetapi aku tahu bahwa kalau engkau mau Yesus masuk ke dalam kehidupanmu seperti di dalam lagu itu, maka Yesus akan memenuhi keinginanmu hari ini juga.


Tokoh: Narator, anak perempuan, anak laki-laki, Allah, Simeon

© Copyright: CEF Germany

www.WoL-Children.net

Page last modified on February 26, 2018, at 01:12 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)